KEMBANG KILARAS; REVITALISASI KEARIFAN LOKAL SEBAGAI SUMBER PEMBELAJARAN PAI

Main Article Content

Ibrohim . Khaerul Wahidin

Abstract

Kearifan lokal adalah salah satu sumber belajar. Sumber belajar itu tidak hanya berpusat pada manusia namun juga pada alam lingkungan yang berada di luar individu manusia. Saat ini kearifan lokal yang walau didalamnya mengandung nilai, pesan dakwah dan pendidikan Islam belum secara maskimal dijadikan sebagai sumber pembelajaran. Padahal kearifan lokal disamping menjadi sumber belajar juga sebagai upaya untuk melestarikan warisan budaya adi luhur yang pada akhirnya menimbulkan rasa cinta tanah air dan menumbuhkan semangat nasionalisme.Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi revitalisasi kearifan lokal sebagai sumber pembelajaran Pendidikan Agama Islam. Jenis penelitian ini adalah penelitian lapangan (Field reseach) dengan menggunakan metode penelitian deskritif kualitatif. Penelitian kualitatif ini lebih didominasi oleh teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam dan observasi partisipan. Berdasarkan analisis deskriotif kualitatif tersebut di atas dapat disimpulkan bahwa di dalam tembang “Kembang Kilaras” mengandung nilai-nilai pendidikan Islam sehingga bisa dijadikan sebagai sumber pembelajaran. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa revitalisasi kearifan lokal ini amat penting dilakukan karena disamping untuk menjaga warisan khazanah budaya juga di dalamnya mengandung banyak nilai, pesan moral, dakwah dan pendidikan yang perlu disampaikan kepada para peserata didik saat ini

Article Details

How to Cite
[1]
I. . and K. Wahidin, “KEMBANG KILARAS; REVITALISASI KEARIFAN LOKAL SEBAGAI SUMBER PEMBELAJARAN PAI”, JURNAL EDUCATION AND DEVELOPMENT, vol. 10, no. 1, pp. 247-250, Dec. 2021.
Section
Artikel

References

Adawiah, r. W. R. (2018). Pendekatan eksistensial humanistik bagi remaja yang depresi putus cinta (Studi Kasus di SMP Negeri 1 Baros). Universitas Islam Negeri" SMH" Banten.
Aditama, L. D. (2016). Kesenian Sintren sebagai Kearifan Lokalditinjau dari Metafisika Anton Bakker. Jurnal Penelitian Humaniora UNY, 21(1), 124.
Asiah, D. (2017). Depresi pada buruh pabrik di pt. Yang ming international kota semarang. Muhammadiyah University of Semarang.
Desvianto, S. (2013). Studi Fenomenologi: Proses Pembentukan Persepsi Mantan Pasien Depresi di Rumah Pemulihan Soteria. Jurnal E-Komunikasi, 1(3).
Faiz, A., Kurniawaty, I., & Purwati. (2020). Eksistensi nilai kearifan lokal kaulinan dan kakawihan barudak sebagai upaya penanaman nilai jatidiri bangsa. Jurnal Education and Development Institut Pendidikan Tapanuli Selatan, 8(4), 27–30. https://doi.org/https://doi.org/10.37081/ed.v8i4.2067
Faiz, A., & Soleh, B. (2021). Implementasi pendidikan karakter berbasis kearifan lokal. JINoP (Jurnal Inovasi Pembelajaran), 7(1), 68–77. https://doi.org/10.22219/jinop.v7i1.14250
Kurniawaty, I., Dahliyana, A., & Faiz, A. (2021). EDUKATIF : JURNAL ILMU PENDIDIKAN Kearifan Lokal Sunda dalam Kegiatan Rebo Nyunda dan Potensinya untuk Tujuan Wisata Pendidikan. 3(6), 5035–5042.
Maryani, E., & Yani, A. (2016). Local wisdom of kampung naga in mitigating disaster and its potencies for tourism education. Man in India, 96(12), 4829–4844.
Nur, F. M. (2012). Pemanfaatan sumber belajar dalam pembelajaran sains kelas V SD pada pokok bahasan makhluk hidup dan proses kehidupan. Jurnal Penelitian Pendidikan, 13(1), 67-.
Putri, L. I. (2017). Eksplorasi etnomatematika kesenian rebana sebagai sumber belajar matematika pada jenjang MI. Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar, 4(1).
Sidqo, A. (2018). Nilai-Nilai Pendidikan Karakter Pada Tari Dariah. Institut Seni Indonesia Yogyakarta.
Supriyanto, s. (2018). Strategi menciptakan budaya religius di sekolah. Jurnal Tawadhu, 2(1), 469-.
Udin, T. (2017). Pelestarian Sintren melalui Kurikulum Muatan Lokal Sekolah di Cirebon. Holistik, 2(1), 52-59.
Utomo, K. (2017). Kajian Dekontruksimakna Simbolik Dalam Kesenian Sintren (Studi Kasus Pada Paguyuban Sintren Sida Dadi Dusun Palumbungan, Kelurahan Gumelar, Kecamatan Gumelar, Kabupaten Banyumas). Kolokium Pendidikan Nusantara, 49.