INTERNALISASI NILAI-NILAI PENDIDIKAN ISLAM HUMANIS RELIGIUS BERBASIS SENI MELALUI WAYANG SANTRI KI ENTHUS SUSMONO

Main Article Content

Abdul Fatah Irfan Faozan

Abstract

Artikel ini bermaksud untuk meneliti dan memetakan nialai-nilai pendidikan Islam humanis religius berbasis seni yang diinternalisasi oleh Ki Enthus Susumono dalam pagelaran wayang santri. Wayang santri sejatinya adalah wayang golek yang dicetuskan oleh Ki Enthus Susmono. Penggunaan nama santri karena Ki Enthus menyadari bahwa dia bukanlah seorang kiai, penceramah, ataupun ulama. Ki Enthus Susmono mengatakan bahwa ia hanya menjadi penyambung lidah kiai-kiai untuk menyebarkan ajaran Islam kepada masyarakat. Dari pengamatan penulis belum ada penelitian/ kajian Ki Enthus Susmono terkait dengan internalisasi nilai-nilai pendidikan Islam humanis religious yakni pagelaran wayang santri yang didalamnya mengkampanyekan Islam humanis sebagai ambivelen dari kampanye Isalm radikal. Penelitian ini termasuk penelitian empirik (field research). Field research ini mendasarkan diri pada penelitian di tengah kancah atau lapangan. Metode yang digunakan dalam penulisan ini adalah metode deskriftif kualiatif dengan pendekatan fenomenologis. Penelitian ini menghasilkan bahwa dalam pagelaran wayang santri Ki Enthus Susmono ternyata menginternalisasikan nilai-nilai pendidikan Islam humanis religious yang dibalut dengan kreasi dalam berkesenian wayang. Ini mirip dengan apa yang dilakukan Sunan Kalijaga dalam mendakwahkan Islam melalui media wayang. Kesimpulan sementara media wayang dapat digunakan dalam menginternalisasi nilai-nilai pendidikan Islam humanis religious sebagaimana Ki Enthus Susmono lakukan melalui pagelaran wayang santrinya.

Article Details

How to Cite
[1]
A. Fatah and I. Faozan, “INTERNALISASI NILAI-NILAI PENDIDIKAN ISLAM HUMANIS RELIGIUS BERBASIS SENI MELALUI WAYANG SANTRI KI ENTHUS SUSMONO”, JURNAL EDUCATION AND DEVELOPMENT, vol. 10, no. 1, pp. 267-272, Jan. 2022.
Section
Artikel

References

Abdurrahman Masud. (2020). Paradigma Pendidikan Islam Humanis. Yogyakarta, IRCISON.
Abdul Fatah. (2020). Dari Dalang Hingga Bupati Tegal, Indonesia Muda
Ahmad, B. W. (2020). Studi Biografi Ki Enthus Susmono Dalam Dakwah Dengan Menggunakan Wayang Santri (1966-2018). (Doctoral dissertation, IAIN Purwokerto).
Dahlan Iskan. (2018). Bupati Pengatur Negara, JPPN. Com
Faiz, A., Soleh, B., Kurniawaty, I., & Purwati. (2021). Tinjauan Analisis Kritis Terhadap Faktor Penghambat Pendidikan Karakter di Indonesia. Jurnal Basicedu, Volume 5(4), 1766–1777. https://doi.org/https://doi.org/10.31004/basicedu.v5i4.1014
Hakam, K. A., & Nurdin, E. S. (2016). INTERNALISASI NILAI-NILAI. CV. Maulana Media Grafika.
Ida Nurjanah. (2018). Paradigma Humanisme Religius Pendidikan, Jurnal Masyarakat
Johnson, D. P. (1986). Teori Sosiologi Klasik dan Modern ((Penerjemah: Lawang R.M.Z.) (ed.); 2nd ed.).
Nurkholis. (2010). Reorientasi dan Implementasi Pendidikan Humanis Religius, Jurnal Taalum
Rohman. A. (2012). Pembiasaan sebagai Basis Penanaman Nilai_nilai Akhlak Remaja. Nadwa, Jurnal Pendidikan Islam. 6 (1). 115-134.
Sugiyono. (2014). Metode Penelitian Pendidikan. Alfabeta.