EVALUASI MODEL CIPP TERHADAP MANAJEMEN PELATIHAN PENGAWASAN PELAKSANAAN NORMA K3 ANGGOTA SAFETY COMMITTEE PABRIK CPO DI SUMATERA UTARA

Main Article Content

Sumaryanto Sumaryanto Eka Daryanto Kisno Kisno

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi masalah manajemen pelatihan pengawasan norma K3 dianggap kurang efektif untuk dapat memutuskan kebijakan yang tepat mengenai tindak lanjut pelatihan ini. 30 anggota Safety Committee dari 16 pabrik CPO pada delapan kabupaten di wilayah Sumatera Utara sebagai peserta pelatihan dan LLKS-K3 serta pimpinan masing-masing menjadi objek penelitian ini. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan model Context, Input, Process, Product (CIPP) dari Stufflebeam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa manajemen pelatihan, perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan dan evaluasi telah dipersiapkan dan dilaksanakan dengan baik dengan capaian nilai postes peserta berada pada kriteria cukup atau nilai antara 41 sampai 60. Namun, seluruh nilai praktik peserta pelatihan mengenai pemeriksaan penerapan norma K3 untuk menemukan masalah K3 dan pemecahan masalahnya di pabrik CPO sangat kurang yakni antara 21 sampai 40. Hasil evaluasi instruktur berada pada kriteria baik atau nilainya antara 61-80. Hasil evaluasi seluruh peserta pelatihan terhadap instruktur, tim pelaksana pelatihan, sarana dan prasarana, proses pembelajaran dinilai baik. Meskipun demikian, peserta menilai bahwa durasi yang tersedia untuk pembelajaran teori tergolong cukup, tetapi untuk praktikum sangat kurang dan perlu dievaluasi lagi. Walaupun manajemen pelatihan telah dilaksanakan sesuai dengan perencanaan, hasilnya sisi pengetahuan cukup efektif tetapi sisi keterampilan praktik kurang efektif. Kurikulum pelatihan perlu ditinjau kembali dan waktunya ditambah sesuai dengan kebutuhan. Peserta pelatihan pengawasan norma K3 berjumlah 30 orang anggota Safety Committee pada 16 pabrik CPO di lingkungan PTPN-IV tersebut perlu ditingkatkan keterampilannya dalam hal pemeriksaan penerapan K3 di pabrik CPO guna menemukan masalah K3 beserta saran pemecahan masalahnya.


 

Article Details

How to Cite
[1]
S. Sumaryanto, E. Daryanto, and K. Kisno, “EVALUASI MODEL CIPP TERHADAP MANAJEMEN PELATIHAN PENGAWASAN PELAKSANAAN NORMA K3 ANGGOTA SAFETY COMMITTEE PABRIK CPO DI SUMATERA UTARA”, JURNAL EDUCATION AND DEVELOPMENT, vol. 10, no. 3, pp. 175-182, Aug. 2022.
Section
Artikel

References

Anisaturrahmi,A, (2021), Evaluasi Program Pendidikan Non Formal pada Rumah Baca Hasan-Savvas di Kota Lhoksmawe “PIONER J.Pendidik, Vol.10.No.2. 2010.
Amsrong Michael and Angela Baron, (1988), Performance Management, London: Institute of Personnel and Development.
Atmowiloto, Subagio, (1993), Manejemen Training, Pedoman Praktis Bagi Penyelenggara Training, Cetakan 1, Jakarta: Balai Pustaka.
Bangun Wilson, (2012), Manajemen Sumber Daya Manusia, Jakarta: Erlangga.
Basri Hasan dan A.Rusdiana, (2015), Manajemen Pendidikan dan Pelatihan, Bandung: Pustaka Setia.
Badruddin (2014), Dasar-dasar Manajemen, Cetakan ke-2, Bandung: Alfabeta.
Djuanda, (2010), Implementasi Evaluasi Program Pendidikan Karakter Model CIPP (Context, Input, Process dan Output), Al Amin J.Kaji Ilmu dan Budaya Islam, Vol.3, No.1, pp.37-52.2020.
Dong Zhao, Andrew McCoy, Brian Kleiner & Yingbin Feng (2016) Integrating safety culture into OSH risk mitigation: a pilot study on the electrical safety, Journal of Civil Engineering and Management, 22:6, 800-807, DOI: 10.3846/13923730.2014.914099
Doyok,R,(2021), Model evalusi CIPP dalam mengevaluasi program Tahfiz selama Daring di SMP Islam Al-Ishlah Bukittinggi, Ideas J.Pendidikan, Sos dan Budaya, Vo.7 , No.3, pp-73-82, 2021.
Frick K , Jensen P, Quinlan M, et al. (2000). Systematic occupational health and safety management—an introduction to a new strategy for occupational safety, health and well-being. In: Frick K, Jensen P, Quinlan M, Wilthagen T, eds. Systematic occupational health and safety management—perspectives on an international development. Amsterdam: Pergamon Press, pp. 1–14.
George R.Terry, (1993), The Principles of Management, New York: American Council on Education.
Hadipoerwono, (1999), Tata Personalia, Bandung: Jambatan.
James A.F. Stoner, (1982), Management, New York: Prentice Hall International Inc, Anglewood Cliffs.
Minsih, and A.G.D, (2018), Peran Guru dalam Pengelolaan Kelas, Profesi Pendidik Dasar, 2018, doi: 10.23917 ppdvlil.6144
Muhammad Cirzin, (2015), Model Pengembangan Pesantren untuk Pengasuh Pesantren, Yogyakarta: Puskadiabuna.
Namawi, H.H, (2003), Manajemen Sumber Daya Manusia, Yogyakarta: Gajah Mada University Press.
Ngalim Purwanto, (2012), Evaluasi Hasil Belajar, Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Nichols T, Tucker E. (2000). OHS management systems in the UK and Ontario, Canada: a political economy perspective. In: Frick K, Jensen P, Quinlan M, Wilthagen T, eds. Systematic occupational health and safety management; perspectives on an international development. Amsterdam: Pergamon Press, pp. 285–309.
Peraturan Pemerintah No.50 Tahun 2012 tentang Sistem Manajemen K3
Peraturan Pemerintah No.5 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Perizinan Berbasis Resiko.
Peraturan Menteri Tenaga Kerja No.Per.04/Men/1987 tentang Panitia Pembina Keselamatan dan Kesehatan Kerja serta Tata Cara Penunjukan Ahli Keselamatan Kerja.
Peraturan Menteri Tenaga Kerja No.Per.02/Men/1992 tentang Tata Cara Penunjukan Kewajiban dan Wewenang Ahli Keselamatan dan Kesehatan Kerja.
Peraturan Menteri Tenaga Kerja No.Per.04/Men/1995 tentang Perusahaan Jasa K3.
Peraturan Menteri Tenaga Kerja No.6 Tahun 2021 tentang Penetapan Standar Kegiatan Usaha dan atau Produk pada Penyelenggaraan Perizinan Berusaha Berbasis Resiko.
Podgórski, D. (2021). Measuring operational performance of OSH management system – A demonstration of AHP-based selection of leading key performance indicators. Safety Science, 73, 146–166. doi:10.1016/j.ssci.2014.11.018
Robbin, Stephen,P. and Mary Coulter (2010), Manajemen, Jakarta : Erlangga.
Rivai, Veithzal, (2004), Manajemen Perusahaan untuk SDM, Jakarta: Raja Grafindo Persada.
Spencer, Lyle,M.Jr, and Signe M.Spencer,(1993), Competence Of Work, New York: John Wiley & Sons Inc.
Stoom Ordonantie 1930
Stoom Verordening 1930
Stuffelebeam,D.L and Zhang.G, (2017), The CIPP Evaluation Model How to Evaluate for Improvement and accountability, Guilford Publication.
Sugiyono, (2008), Metode Penelitian Administrasi dilengkapi dengan Metode R &D, Bandung: Penerbit Alfabeta.
Tarwaka, (2008), Keselamatan dan Kesehatan Kerja, Manajemen Implementasi di Tempat Kerja, Surakarta: Harapan Press.
Terry, G.R, (1977), Principles Of Management, Illionis: Homewood.
Undang-undang No.1 Tahun 1970 tentang Keselamatan Kerja
Widodo Suparno Eko, (2015), Manajemen Pengembangan Sumber Daya Manusia, Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Wibowo, (2017), Manajemen Kinerja, Edisi ke-5, Depok: Raja Grafindo Perkasa.
Wirawan, (2015), Manajemen Sumber Daya Manusia Indonesia, Depok: Raja Grafindo Persada.
Zhao, D., McCoy, A., Kleiner, B., & Feng, Y. (2016). Integrating Safety Culture into OSH Risk Mitigation: A Pilot Study on The Electrical Safety. Journal of Civil Engineering and Management, 22(6), 800–807. doi:10.3846/13923730.2014.914099