REPRESENTASI SEKSIME DALAM KOLOM KOMENTAR NETIZEN PADA BUDAYA POPULER KONTEN TIKTOK HASTAG #WANITAKUAT (KAJIAN WACANA KRITIS SARA MILLS)

Main Article Content

Rizka Aprilia Prastika Sari Tengsoe Tjahjono Ririe Rengganis

Abstract

Fenomena Budaya Populer TikTok sekarang dengan antusias digunakan sebagai alat untuk pembaruan dan kreativitas pengguna. Konten TikTok sebagai platform komunikasi yang sangat luas telah terbukti menjadi pedang bermata dua bagi pengguna.Selain sebagai sumber informasi dan sarana pemenuhan diri, ada juga TikTok yang menimbulkan bahaya besar bagi kehidupan sosial, seperti perlakuan seksisme. TikTok merupakan media sosial yang mengangkat isu seksisme terhadap perempuan dan ditunjukkan dengan komentar netizen pada konten dari kreator TikTok. Penelitian ini menetapkan metode kualitatif berdasarkan desain analisis wacana kritis Sara Mills. Penelitian ini bertujuan untuk menemukan seksisme terkait dengan subjek-objek dan posisi penulis-pembaca dalam sebuah bagiankomentar netizen pada akun konten TikTok kreator. Hasil penelitian ini menjelaskan bahwa perempuan kurang unggul dari laki-laki, dianggap makhluk yang rapuh, destinasi seksual, dan perempuan dipaksa menikah, ditekan untuk memiliki anak, dan tidak mampu bekerja.

Article Details

How to Cite
[1]
R. Prastika Sari, T. Tjahjono, and R. Rengganis, “REPRESENTASI SEKSIME DALAM KOLOM KOMENTAR NETIZEN PADA BUDAYA POPULER KONTEN TIKTOK HASTAG #WANITAKUAT (KAJIAN WACANA KRITIS SARA MILLS)”, JURNAL EDUCATION AND DEVELOPMENT, vol. 10, no. 3, pp. 603-608, Sep. 2022.
Section
Artikel

References

Darma, Aliah. 2009. Analisis Wcana Kritis. Bandung: Yayasan Widia.
Althusser, L.2008. Tentang Ideologi:Strukturalisme Marxisme, Psikoanalisis, Cultural Studies. Yogyakarta: Jarastra.
Amofah-Serwaa, N., dan Dadzie, P.S. (2015). Penggunaan Media Sosial dan Dampaknya terhadap Perilaku Anak: Studi Sekolah Dasar di Ghana. Jurnal Internasional Media Sosial dan Lingkungan Pembelajaran Interaktif, 3(1), 49-62.
Afandi, Nuruisan. 2021. Youtube DW Kontroversi penggunaan jilbab oleh anak-anak di Indonesia: Analisis wacana kritis oleh Sara Mills. Diperoleh dari website Skripsi Difital Library Uinsa (http://digilib.uinsby.ac.id) pada tanggal 1 November 2021.
Annistri Ayunindya & Sugandi M. Syahrihar. 2019. Analisis Video Klip Musik Luis Fonsi Wacana Kritis Sala Mills Despacito: Jurnal Dialektik Online Ilmu Komunikasi, 6 (1). Artikel diperoleh dari http://journal.unla.ac.id.
Benwell, Bethan DanStokoe, Elizabeth. 2006. Wacana dan identitas. Edinburgh: Diterbitkan oleh Universitas Edinburgh.
Dove, Leonardo W. 1948. Opini publik dan publisitas. Henry Holt and Company, New York.
Fajar, Eggy. 2018. Ekspresi seorang perempuan yang menulis dan menggambar di balik sebuah trek: analisis wacana kritis multimodal bahasa seksis. Jurnal Online 2 (1) doi: 10.22219 / js.v2i1.7018 Diperoleh https://ejornal.umm.ac.id.
Faruk. (2017). Metode sastra. Yogyakarta: Perpustakaan Siswa.
Hall, Stuart. (1997). Karya ekspresi. Teori representasi: Ed Stuart Hall. London.
Macionis, Gerber.2010. Sosiologi. Edisi Kanada ke-7 Toronto. Ontario: Pearson Canada Inc.
Mills, Sarah. 2008 Diskriminasi bahasa dan gender. NY: Pers Universitas Cambridge..
Napikoski, L. & Lewis, J.J. 2019. Masyarakat patriarki dalam arti feminisme. Dapat darihttps://www.thoughtco.com/patriarchal-society-feminism-definition-3528978.
Lea, Crispina. 2021. Identitas Perempuan dalam Film Live Action Mulan (Analisis Wacana Sala Mills).Retrieved November, 06 2021, from Skripsi Unitri website: http://rinjani.unitri.ac.id.
Ummamah, Nisa. 2017. Gerakan Perlawanan Perempuan dalam Analisis Wacana Kritis Okky Madasari Sara Mills Novel Maryam.Retrieved from Oktober, 20 2021 website http://repository.uinjkt.ac.id/dspance/handle.