ANALISIS KONTRASTIF PENGGUNAAN KONSEP NAMA HEWAN DALAM PERIBAHASA JEPANG DAN PERIBAHASA JAWA

Main Article Content

Prima Veronika Kenfitria Diah Wijayanti Favorita Kurwidaria Astiana Ajeng Rahadini Dewi Pangestu Said Nirbito Hanggoro Pribadi Eni Sri Budi Lestari

Abstract

Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk menganalisis atau membandingkan penggunaan konsep nama hewan dalam peribahasa Jepang dan Jawa serta pemanfaatannya dalam pembelajaran Bahasa Jawa. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan data berupa peribahasa Jepang dan Jawa. Data tersebut dikumpulkan menggunakan metode studi literatur. Peneliti menggunakan sumber data berupa buku, artikel ilmiah, dan penelitian serupa.  Peneliti kemudian menguji keabsahan data yang telah terkumpul menggunakan teknik triangulasi sumber data. Setelah diuji  keabsahannya, data dianalisis dengan teknik analisis interaktif Miles, Huberman, dan Saldana, yang berupa kegiatan kondensasi data, penyajian data, dan verifikasi atau penarikan kesimpulan. Hasil dari analisis data menunjukkan bahwa terdapat kontras atau perbedaan penggunaan konsep nama hewan dalam peribahasa Jepang dan Jawa. Konsep  nama hewan yang digunakan antara lain monyet, anjing, serangga, ayam, ular, kuda, burung, katak, ikan, dan harimau. Perbedaan penggunaan konsep nama hewan tersebut tampak dari sudut pandang pemaknaan hewan sebagai pengkonotasian sifat atau perilaku yang perlu ditiru atau yang tidak layak ditiru. Akan tetapi, peribahasa-peribahasa tersebut memiliki kesamaan, yakni sebagai ungkapan tidak langsung yang digunakan dalam berkomunikasi.

Article Details

How to Cite
[1]
P. Veronika, “ANALISIS KONTRASTIF PENGGUNAAN KONSEP NAMA HEWAN DALAM PERIBAHASA JEPANG DAN PERIBAHASA JAWA”, JURNAL EDUCATION AND DEVELOPMENT, vol. 14, no. 1, pp. 10-17, Jan. 2026.
Section
Artikel

References

Arfianty, R., & Pakpahan, R. (2023). Komparatif Kotowaza Bahasa Jepang dan Bahasa Indonesia Berunsur Nama Hewan: Kajian Semantik. Kiryoku: Jurnal Studi Kejepangan, 7(1), 35–49.
Badudu, Y. (2008). Kamus peribahasa: memahami arti dan kiasan peribahasa, pepatah, dan ungkapan. Penerbit Buku Kompas.
Darmasoetjipta, F. S. (1985). Kamus peribahasa Jawa dengan penjelasan kata-kata dan pengartiannya. Kanisius.
Dirdjosiswojo. (1956). Paribasan. Penerbit Kalimosodo.
Edizal. (1993). Peribahasa Jepang. Angkasa Raya.
Efendi, A., Tri Widiatmi, R. Adi Deswijaya, & Bambang Ikhwanto. (2024). Menjembatani Bahasa dan Budaya: Memanfaatkan “Manjing Ajur Ajer” Sebagai Alat Pembelajaran Bahasa di Sekolah Menengah Atas Indonesia. Kawruh: Journal of Language Education, Literature and Local Culture, 6(1), 45–50. https://doi.org/10.32585/kawruh.v6i1.5182
Galef, D. (2000). Even Monkeys Fall from Trees: The Wit and Wisdom of Japanese Proverbs. Tuttle Publishing.
Glesne, C. (2016). Becoming Qualitative Researchers : An Introduction (Fifth edition). Pearson.
Hasanuddin, W. S. (2017). The Intangible Cultural Heritage of Minangkabau Traditional Expressions: The Local Wisdom of the Society in Advising and Noble Advicing. Humanus, 15(2), 131. https://doi.org/10.24036/jh.v15i2.6513
Hutabarat, D. F. (2017). Etika Masyarakat Jepang Dalam Berinteraksi Sosial. Kertas Karya. Universitas Sumatera Utara.
Kharina, M., Sudjianto, S., & Sutjiati, N. (2016). Analisis Makna Kotowaza yang Terkait Dengan Kanji Musim dan Relevansinya Dengan Kebudayaan Jepang. JAPANEDU: Jurnal Pendidikan Dan Pengajaran Bahasa Jepang, 1(2), 1–16. https://doi.org/10.17509/japanedu.v1i2.3284
Kridalaksana, H. (2012). Kamus Linguistik (Edisi Keempat). PT Gramedia Pustaka Utama.
Kurnia, D. E. (2013). Penggunaan Leksem Binatang dalam Peribahasa Jawa. Lingua, 9(2), 8–17.
Merriam, S. B., & Tisdell, E. J. (2016). Qualitative Research: A Guide to Design and Implementation (Fourth edition). Jossey-Bass.
Miles, M. B., Huberman, A. M., & Saldana, J. (2014). Qualitative Data Analysis: A Methods Sourcebook (Edition 3). SAGE Publications.
Moleong, L. J. (2018). Metodologi Penelitian Kualitatif (Edisi revisi). PT Remaja Rosdakarya.
Mustaqimah, S. H. I., Yulita, D., & Akmal, A. M. (2024). Analisis Idiom Bahasa Jepang dengan Unsur Hewan yang Hidup di Air. Jurnal Sakura : Sastra, Bahasa, Kebudayaan dan Pranata Jepang, 6(2), 171–190. https://doi.org/10.24843/JS.2024.v06.i02.p01
Padmosoekotjo, S. (1960). Ngengrengan Kasusastran Jawa 1. Hien Hoo Sing.
Pateda, M. (2010). Semantik Leksikal. Rineka Cipta.
Sawitri, S., Bengat, B., Deswijaya, R. A., & Priyatiningsih, N. (2019). Nilai Karakter Pada Peribahasa, Pepatah dan Saloka Jawa Sebagai Pembelajaran Karakter Untuk Generasi Penerus Bangsa. Kawruh : Journal of Language Education, Literature and Local Culture, 1(2). https://doi.org/10.32585/kawruh.v1i2.407
Siswoyo, S., Makincoiri, M., Rianda, A. M., & Sari, F. K. (2025). Leksikon Fauna dalam Peribahasa Jawa Sebagai Representasi Budaya Jawa: Kajian Ekolinguistik. DEIKTIS: Jurnal Pendidikan Bahasa Dan Sastra, 50(2), 596–604.
Subalidinata, R. S. (1968). Sarining Kasusastran Djawa. PT Jaker.
Sukmadinata, N. S. (2017). Metode Penelitian Pendidikan (Edisi 12). Remaja Rosdakarya.
Suwarno, P. (1999). Dictionary of Javanese Proverbs and Idiomatic. Gadjah Mada University Press.
Syuropati, M. (2015). Peribahasa Jawa. Kauna Pustaka.
Trabaut, J. (1996). Dasar-dasar Semiotik (elemente der semiotik). Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa.
Triyono, A., Wedhawati, Widati, S., Indriani, R., & Arifin, S. (2015). Peribahasa dalam bahasa Jawa. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Balai Bahasa Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta.
Widodo, A., Akbar, S., & Sujito. (2017). Analisis Nilai-Nilai Falsafah Jawa Dalam Buku Pitutur Luhur Budaya Jawa Karya Gunawan Sumodiningrat Sebagai Sumber Belajar Pada Pembelajaran IPS. Jurnal Penelitian DanPendidikan IPS (JPPI) , 11(2), 152–179.
Wulandari, Y. (2019). Kumpulan Peribahasa, Majas, dan Ungkapan Bahasa Indonesia (Edisi I). Andi.