PERGESERAN IDEOLOGI MUHAMMADIYAH DARI KULTURALISME KE PURITANISMEPADA PERIODE 1930-AN
Main Article Content
Abstract
Muhammadiyah, didirikan pada 1912 oleh KH Ahmad Dahlan di Yogyakarta, awalnya mengadopsi pendekatan kulturalisme yang mengintegrasikan Islam dengan budaya lokal Jawa. Namun, pada periode 1930-an, terjadi pergeseran signifikan menuju puritanisme, yang menekankan pemurnian ajaran dari unsur bid'ah, takhyul, dan khurafat. Artikel ini menganalisis faktor-faktor utama pergeseran tersebut, prosesnya, dampak terhadap identitas Muhammadiyah dalam masyarakat Islam Indonesia, serta pengaruh eksternal seperti ideologi Wahabi dan globalisasi kolonial. Analisis historis menunjukkan bahwa pergeseran ini didorong oleh dinamika internal (peran tokoh kunci dan Majelis Tarjih) serta eksternal (penyebaran ide Salafi melalui haji dan modernisasi transportasi). Dampaknya menciptakan dikotomi antara Muhammadiyah sebagai gerakan modernis-puritan dan Nahdlatul Ulama (NU) sebagai pembela tradisi, yang tetap relevan hingga kini.
Article Details

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.
References
Burhani, Ahmad Najib. (2016). Muhammadiyah Jawa: Menemukan Kembali Akar Kultural Muhammadiyah. Bandung: Mizan.
Jainuri, Ahmad. (1997). “The Formation of the Muhammadiyah’s Ideology, 1912–1942”. Disertasi Ph.D., McGill University.
Nakamura, Mitsuo. (2012). The Crescent Arises over the Banyan Tree: A Study of the Muhammadiyah Movement in a Central Javanese Town, c.1910s–2010 (edisi diperbarui). Singapore: ISEAS.
Nashir, Haedar. (2010). Muhammadiyah Gerakan Islam Berkemajuan. Yogyakarta: Suara Muhammadiyah.
Noer, Deliar. (1973). The Modernist Muslim Movement in Indonesia 1900–1942. Kuala Lumpur: Oxford University Press.
Peacock, James L. (1978). Purifying the Faith: The Muhammadijah Movement in Indonesian Islam. Menlo Park: Benjamin/Cummings.
Pimpinan Pusat Muhammadiyah. (1976, 2000, 2010, 2020). Himpunan Putusan Tarjih. Yogyakarta: Suara Muhammadiyah.
Syamsuddin, Din. (2008). “Muhammadiyah dan Tantangan Puritanisme”. Makalah Tanwir Muhammadiyah, Medan.
Fuad, Ahmad Nur. (2002). “Dari Salafiyah ke Puritanisme Muhammadiyah”. Studia Islamika, Vol. 9, No. 2.
Latif, Yudi. (2005). Intelegensia Muslim dan Kuasa. Bandung: Mizan.
Shihab, M. Quraish. (1996). Wawasan Al-Qur’an tentang Tradisi. Bandung: Mizan.
Burhani, Ahmad Najib. (2025). "THE IDEOLOGICAL SHIFT OF MUHAMMADIYAH FROM CULTURAL INTO PURITANICAL TENDENCY IN 1930s". Jurnal Masyarakat dan Budaya.
Anonim. (2025). "PERGESERAN DARI PERGERAKAN BERBASIS KULTURALISME...". Journal of Education and Religious Studies.
Burhani, Ahmad Najib. (2016/2025 update). "Muhammadiyah berkemajuan: Pergeseran dari puritanisme ke kosmopolitanisme". Semantic Scholar.
Latief, Hilman dkk. (2025). "Transformasi Pemikiran Muhammadiyah Dari Puritanisme Ke Kosmopolitanisme". Journal Education And Islamic Studies.