PERAN POST TRUTH SEJARAH DALAM MELANGGENGKAN LOGIKA MISTIKA DI INDONESIA
Main Article Content
Abstract
Manusia adalah agen perubahan dalam peradabannya. Akal menjadikan manusia sebagai mahluk yang berpikir dalam mendefinisikan lingkungan alam dan sosial, sekaligus menemukan metode penyelesaian dan penentuan sikap terhadap apa yang diasumsikan. Selain itu, manusia adalah mahluk politik/sosial bahwa setiap tindakan manusia yang memiliki tujuan harus dibatasi oleh kaidah umum agar menjaga stabilitas sosial. Penguasa sebagai bagian hierarki pemerintahan berpotensi menciptakan hoax terstruktur bagi masyarakat demi kepentingan politik melalui wacana post-truth. Dalam setiap babakan sejarah post-truth menjadi alat pengendali masyarakat sehingga kebenaran dalam suatu informasi digiring demi kepentingan kelompok penguasa. Sehingga diperlukannya berpikir kritis dalam menyerap informasi yang harus berdasarkan fakta dan data. Perlunya sikap simpati hipotesa dalam segala pemikiran, ideologi dan informasi dari orang lain sebagai bagian yang membentuk pola pikir yang murni. Sikap inilah yang kemudian membawa masyarakat sebagai pemegang kedaulatan tertinggi dapat menikmati demokrasi yang sehat dan sepenuhnya di tangan rakyat dan untuk kepentingan rakyat.
Article Details

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.
References
Djakariah. (2019). Sejarah Indonesia II. Penerbit Ombak.
Herman, P., & Fitzerland, K. S. (2023). Truth, Post Truth, dan Dinamikanya di Indonesia: Sebuah Kajian Literatur. Sosial Horizon: Jurnal Pendidikan Sosial, 10(1).
Karen, A. (2022). Sejarah Tuhan. PT. Mizan Pustaka.
McIntyre, L. (2018). Post-Truth. MIT Press.
Mohammad, R. O. A. R., & Mumuh, M. Z. (2021). Truth dan Post Truth Dewasa Ini. Sosfilkom: FISIP UMC, 15(2).
Russel, Bertrand.2002. Sejarah Filsafat Barat: Pustaka Pelajar.
Salma, N. R. (2024). Disinformasi di Era Post-Truth: Ancaman terhadap Demokrasi dan Mobiltas Global. Demokrasi: Jurnal Riset Ilmu Hukum, Sosial dan Politik, 2(1).
Suwardono. (2013). Sejarah Indonesia Masa Hindu-Buddha. Penerbit Ombak.
Sutrisno dan Putranto. 2005. Teori-teori Kebudayaan: Kanasisu.
Sim, S. (2019). Post-Truth, Scepticism, and Power. Palgrac MacMillan.
Sri, U. W., & Firdaus, W. S. (2023). Fenomena Post-Truth Sebagai Alat Gerakan Sosial Politik Pada Pemilihan Presiden 2019 (Studi Perubahan Sosial). Equilibrium: Jurnal Pendidikam, 9(3).
Toynbee, A. (1960). A Study Of History, New York and Toronto: Oxford University Press.
Wera, M. (2020). Meretas Makna Post-Truth : Analisis Kontekstual Hoax, Emosi Sosial dan Populisme Agama. Societas Dei: Jurnal Agama dan Masyarakat, 7(1).
Zainul, A. (2021). Kebenaran di Era Post-Truth dan Dampaknya bagi Keilmuan Akidah. Fikrah: Jurnal Ilmu Akidah dan Studi Keagamaan, 9(2).