KEPUASAN PERNIKAHAN DALAM KONTEKS BUDAYA YOGYAKARTA: TINJAUAN PSIKOLOGI POSITIF DAN PSIKOLOGI INDIGENOUS
Main Article Content
Abstract
Kepuasan pernikahan merupakan salah satu indikator penting kesejahteraan psikologis individu dan keluarga. Dalam konteks Yogyakarta yang kental dengan budaya Jawa dan religiusitas Islam, kepuasan pernikahan dimaknai tidak hanya sebagai evaluasi subjektif terhadap hubungan pasangan, tetapi juga sebagai bagian dari harmoni sosial dan spiritual. Artikel ini bertujuan meninjau kepuasan pernikahan dari perspektif Psikologi Positif dan Psikologi Indigenous melalui studi literatur. Kajian dilakukan terhadap artikel nasional dan internasional yang membahas kepuasan pernikahan, mindfulness, gratitude, resiliensi, religiusitas, serta nilai budaya Jawa. Hasil kajian menunjukkan bahwa kepuasan pernikahan dipengaruhi oleh kekuatan psikologis seperti emosi positif, rasa syukur, resiliensi, dan mindfulness, serta nilai budaya seperti rukun, nrimo, tepa selira, dan makna religius pernikahan. Integrasi kedua perspektif memperlihatkan bahwa kepuasan pernikahan merupakan hasil interaksi antara faktor personal dan konteks budaya.
Article Details

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.
References
Fincham, F. D., & Beach, S. R. H. (2010). Marriage in the new millennium: A decade in review. Journal of Marriage and Family, 72(3), 630–649.
Ghufron, M. N. (2017). Komitmen beragama dan kepuasan perkawinan pada tenaga kerja Indonesia. Psikohumaniora: Jurnal Penelitian Psikologi, 2(1), 1–12.
Karremans, J. C., Schellekens, M. P. J., & Kappen, G. (2017). Bridging the sciences of mindfulness and romantic relationships: A theoretical model and research agenda. Personality and Social Psychology Review, 21(1), 29–49.
Kappen, G., Karremans, J. C., & Burk, W. J. (2018). Mindfulness and romantic relationship satisfaction: The role of partner acceptance. Mindfulness, 9(3), 1029–1039.
Nurhayati, S. R., Setiawati, F. A., Amelia, R. N., & Fridani, L. (2023). Psychometric properties of dyadic data from the Marital Quality Scale of Indonesian Javanese couples. Psicologia: Reflexão e Crítica, 36, 36.
Olson, D. H., & Fowers, B. J. (1993). Five types of marriage: An empirical typology based on ENRICH. Family Process, 32(3), 225–240.
Seligman, M. E. P. (2018). PERMA and the building blocks of well-being. The Journal of Positive Psychology, 13(4), 333–335.
Simou, E., & Moraitou, D. (2018). The association between mindfulness and romantic relationship satisfaction in adults. Hellenic Journal of Psychology, 15(3), 289–301.
Suminta, R. R., & Ghufron, M. N. (2022). Gratitude dan kepuasan pernikahan pada pasangan infertil. Psikis: Jurnal Psikologi Islami, 8(2), 243–254.
Surijah, E. A., Prasad, R., & Saraswati, L. (2021). Couple resilience predicted marital satisfaction for married couples in Bali, Indonesia. Psikohumaniora: Jurnal Penelitian Psikologi, 6(1), 1–15.
Widodo, R. W. (2021). Studi tentang kepuasan pernikahan dalam penelitian psikologi di Indonesia. Jurnal Psikologi Tabularasa, 16(2), 93–98.