KEMANDIRIAN MERAWAT DIRI SISWI DENGAN HAMBATAN INTELEKTUAL MELALUI EXPERIENTIAL LEARNING DI KOTA SERANG
Main Article Content
Abstract
Kemampuan merawat diri merupakan salah satu komponen penting dalam perilaku adaptif yang berperan terhadap kemandirian individu dengan hambatan intelektual. Namun, dalam praktik pembelajaran bina diri, keterampilan kebersihan diri yang bersifat personal, seperti penggunaan dan pembersihan pembalut saat menstruasi, masih sering belum dikuasai secara optimal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas experiential learning dalam meningkatkan kemampuan merawat diri siswi dengan hambatan intelektual. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode Single Subject Research melalui desain A1–B–A2. Subjek penelitian adalah seorang siswi dengan hambatan intelektual sedang pada jenjang sekolah menengah. Data dikumpulkan melalui observasi dan tes perbuatan menggunakan instrumen keterampilan merawat diri yang telah divalidasi oleh ahli. Analisis data dilakukan secara deskriptif dengan menelaah perubahan kemampuan subjek pada setiap fase penelitian. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan kemampuan merawat diri setelah diberikan intervensi serta kestabilan kemampuan setelah intervensi dihentikan. Temuan ini mengindikasikan bahwa experiential learning efektif dalam meningkatkan keterampilan merawat diri yang bersifat praktikal dan kontekstual. Penelitian ini memberikan implikasi bahwa pembelajaran berbasis pengalaman dapat dijadikan alternatif strategi pembelajaran bina diri untuk mendukung kemandirian peserta didik dengan hambatan intelektual.
Article Details

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.
References
Efektivitas Program Bina Diri dalam Meningkatkan Kemandirian Anak Tunagrahita. Jurnal Pendidikan Khusus, 16(2), 45-55.
American Psychiatric Association. (2013).
Diagnostic and statistical manual of mental disorders (5th ed.). American Psychiatric Publishing.
Bandura, A. (1997). Self-efficacy: The exercise of control. Freeman.
Beirne-Smith, M., Patton, J. R., & Kim, S. H. (2006).
Mental retardation: An introduction to intellectual disabilities. Pearson.
Dewi, K., & Astuti, W. (2019).
Pengaruh Metode Demonstrasi terhadap Kemampuan Merawat Diri pada Remaja Putri dengan Hambatan Intelektual. Jurnal Inklusi, 6(1), 88-102.
Dunlap, G., & Fox, L. (2011). Teaching Students with Severe Disabilities. Pearson Education.
Farlow, L. J., & Snell, M. E. (2006).
Teaching Self-Care Skills. Dalam M. E. Snell & F. Brown (Eds.), Instruction of Students with Severe Disabilities. Pearson.
Febryanti, D. A., Mulia, D., & Abadi, R. F. (2024).
Experiential Learning dalam Meningkatkan Kemampuan Merawat Diri Siswi dengan Hambatan Intelektual. Jurnal Pendidikan Khusus.
Hallahan, D. P., Kauffman, J. M., & Pullen, P. C. (2019). Exceptional learners. Pearson.
Heward, W. L. (2013). Exceptional children:
An introduction to special education. Pearson.
Hidayah, N. (2020). Model Experiential Learning untuk Meningkatkan
Life Skills Anak Berkebutuhan Khusus. Jurnal Ilmiah Pendidikan Luar Biasa, 8(2), 110-120.
Ismail, M., & Rahman, A. (2022).
Strategi Guru dalam Pembelajaran Kebersihan Diri Saat Menstruasi bagi Siswa Tunagrahita. Jurnal Rehabilitasi Pendidikan, 10(3), 201-215.
Kolb, D. A. (2015). Experiential learning:
Experience as the source of learning and development. Pearson.
Luckasson, R., & Schalock, R. L. (2013).
What’s at Stake in the Clinical Definition of Intellectual Disability?. American Journal on Intellectual and Developmental Disabilities, 118(1), 4-12.
Maftukhin, A., & Purnamasari, W. (2020).
Strategi pembelajaran bagi anak tunagrahita ringan di sekolah inklusif. Jurnal Ilmiah Pendidikan Khusus, 5(1), 15–22.
Manikas, A. S., & Kroes, J. R. (2015).
Learning curves in experiential learning. The International Journal of Management Education, 13(3), 215-227.
Mastropieri, M. A., & Scruggs, T. E. (2017).
The inclusive classroom: Strategies for effective differentiated instruction. Pearson.
Mumpuniarti, M. (2007). Pendekatan Pembelajaran bagi Anak Hambatan Intelektual. Kanwa Publisher.
Nuraeni, L. (2017). Peningkatan Kemampuan Bina Diri
Melalui Metode Experiential Learning. Jurnal Pendidikan Anak, 6(2), 25-34.
Permata, S. (2018). Analisis Perilaku
Adaptif Siswa dengan Hambatan Intelektual Sedang. Jurnal Ortopedagogia, 4(1), 12-18.
Richards, S. B., Brady, M. P., & Taylor, R. L. (2014).
Single subject research: Applications in educational and clinical settings. Cengage Learning.
Santrock, J. W. (2014). Life-span development. McGraw-Hill.
Saputra, A. (2021). Pembelajaran Bina Diri
bagi Anak Tunagrahita Sedang di Sekolah Luar Biasa. Jurnal Pendidikan Khas, 13(1), 40-52.
Schalock, R. L., et al. (2010). Intellectual disability:
Definition, classification, and systems of supports. American Association on Intellectual and Developmental Disabilities.
Smith, D. D., & Tyler, N. C. (2011). Introduction to special education. Pearson.
Snell, M. E., & Brown, F. (2011).
Instruction of students with severe disabilities. Pearson.
Sukadari. (2020). Model Pembelajaran Bagi
Anak Berkebutuhan Khusus (ABK). Jurnal Pendidikan Dasar, 11(2), 154-165.
Sunanto, J. (2005). Penelitian dengan Subjek Tunggal. UPI Press.
Wehmeyer, M. L., & Shogren, K. A. (2017). Handbook of self-determination research. Springer.
Yunus, M. (2019). Implementasi Metode Experiential Learning dalam Mata Pelajaran Bina Diri. Jurnal Pedagogia, 7(1), 1-15.