REPRESENTASI KONFLIK BATIN PADA FILM AGAK LAEN SUTRADARA MUHADKLY ACHO DALAM PERSPEKTIF PSIKOANALISIS SEBAGAI MODUL AJAR PEMBELAJARAN SASTRA DI SMA

Main Article Content

Nanda Nurdiani Ahmad Supena Ilmi Solihat

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan bentuk dan dinamika konflik batin tokoh utama dalam film Agak Laen sutradara Muhadkly Acho dengan menggunakan pendekatan psikoanalisis Sigmund Freud. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan sumber data berupa adegan dan dialog film yang telah ditranskripsikan ke dalam bentuk novelisasi maupun naskah drama. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui simak dan catat, kemudian data dianalisis dengan mengidentifikasi konflik antara id, ego, dan superego yang tampak melalui perilaku verbal dan nonverbal tokoh. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konflik batin dalam film Agak Laen berkembang secara progresif seiring meningkatnya tekanan situasi yang dihadapi tokoh. Bentuk konflik batin yang dominan meliputi kecemasan dan rasa bersalah, khususnya pada tokoh Bene yang mengalami tekanan superego paling kuat. Tokoh Jegel dan Boris menunjukkan konflik batin yang relatif lebih stabil karena fungsi ego masih mampu menengahi dorongan id dan tuntutan superego, sedangkan tokoh Oki cenderung didominasi oleh id berupa kepanikan dan dorongan menyelamatkan diri. Temuan ini menunjukkan bahwa film Agak Laen tidak hanya berfungsi sebagai hiburan, tetapi juga merepresentasikan dinamika psikologis manusia yang kompleks dan relevan untuk kajian psikologi sastra dan pembelajaran sastra di SMA.

Article Details

How to Cite
[1]
N. Nurdiani, A. Supena, and I. Solihat, “REPRESENTASI KONFLIK BATIN PADA FILM AGAK LAEN SUTRADARA MUHADKLY ACHO DALAM PERSPEKTIF PSIKOANALISIS SEBAGAI MODUL AJAR PEMBELAJARAN SASTRA DI SMA”, JURNAL EDUCATION AND DEVELOPMENT, vol. 14, no. 2, pp. 253-257, May 2026.
Section
Artikel

References

Agus, S. D. (2004). Psikologi Kepribadian. Jakarta: PT Bumi Aksara.
Ahmad Rosyadi. (2014). “Konflik Batin dan Kepribadian Tokoh Lasti dalam Novel Lasti Tsaniyah Engkau Tiada Duanya karya Sang Zundi Khatulistiwa dan Rencana Pembelajaran di SMA”. Skripsi. Serang: Universitas Sultan Ageng Tirtayasa.
Ali Rakan Solihin. (2022). “Konflik Batin dalam Novel Perempuan yang Menangis Kepada Bulan Hitam karya Dian Purnomo”. Skripsi. Serang: Universitas Sultan Ageng Tirtayasa.
Alwi, H., Dardjowidjojo, S., Lapoliwa, H., & Moeliono, A. M. (2005). Tata Bahasa Baku Bahasa Indonesia (Edisi Ketiga). Jakarta: Balai Pustaka. ISBN 979-407-170-6.
Aminuddin. (2009). Pengantar Apresiasi Karya Sastra. Bandung: Sinar Baru Algensindo.
Anissa Triwinarni Putri. (2022). “Konflik Batin Tokoh Awan dalam Film Nanti Kita Cerita Tentang Hari Ini karya Marchella F. P (Kajian Psikoanalisis)”. Skripsi. Malang: Universitas Islam Malang.
Dinda Ramadhanty. (2019). “Konflik Batin Tokoh Utama dalam Novel Kemarau Karya A. A. Navis dan Implementasinya dalam Pembelajaran Sastra di SMA”. Skripsi. Serang: Universitas Sultan Ageng Tirtayasa.
Endraswara, S. (2011). Metode Penelitian Sastra: Epistemologi, Model, Teori, dan Aplikasi (Edisi Revisi). Yogyakarta: CAPS.
Freud, Sigmund. 1923. The Ego and the Id. Terjemahan Indonesia oleh K. Bertens. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.
Freud, Sigmund. 1960. Pengantar Psikoanalisis Umum. Terjemahan Indonesia. Jakarta: Pustaka Pelajar.
Gill, M. (1999). Psychoanalysis, Part 1: Proposals for the Future. London: American Mental Health Foundation.
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia. (2020). Panduan Penguatan Pendidikan Karakter Melalui Media Film. Jakarta: Direktorat Perfilman, Musik, dan Media Baru.
Kiki Kurniasih. (2014). “Konflik Batin dalam Novel Bumi Cinta karya Habiburrahman El Shirazy dan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran di SMA (Kajian Psikoanalisis)”. Skripsi. Serang: Universitas Sultan Ageng Tirtayasa.
Koeswara, E. (2001). Teori-Teori Kepribadian. Bandung: PT Eresco.
Kurnia, Eka & Yolan, Aulia. (2024). “Konflik Batin Tokoh Utama dalam Film Farha Karya Darin J. Sallam (Kajian Psikoanalisis)”. Jurnal Kajian Budaya dan Humaniora.
Lin, M. (2024). Exploring Psychoanalysis: Theory, Practice, and Impact. Clinical Psychiatry Journal.
Milner, Max. (1992). Freud dan Interpretasi Sastra. Jakarta: Perpustakaan Nasional Republik Indonesia. Katalog Dalam Terbitan (KDT).
Narwanti, S. (2019). Pendidikan Karakter: Pengintegrasian Nilai-Nilai Karakter dalam Pembelajaran. Yogyakarta: Deepublish.
Nugiyantoro, B. (2005). Sastra Anak: Pengantar Pemahaman Dunia Anak. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.
Nurgiyantoro, B. (2010). Teori Pengkajian Fiksi. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.
Nurgiyantoro, B. (2018). Teori Pengkajian Fiksi. Cetakan Keenam. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.
Nurul Izzah Nisfualy. (2024). “Konflik Batin Tokoh Utama dalam Novel Lalita karya Ayu Utami: Tinjauan Psikoanalisis”. Skripsi. Serang: Universitas Sultan Ageng Tirtayasa.
Pratista, H. (2008). Memahami Film. Edisi Pertama. Yogyakarta: Homerian Pustaka. ISBN 978-979-17936-0-3.
Ratna, N. K. (2015). Teori, Metode, dan Teknik Penelitian Sastra. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Sayuti, S. A. (2000). Berkenalan dengan Prosa Fiksi. Yogyakarta: Gama Media.
Semi, A. M. (2012). Metode Penelitian Sastra. Bandung: Angkasa.
Sirli. (2023). “Analisis Konflik Batin Tokoh Amid pada Novel Lingkar Tanah Lingkar Air karya Ahmad Tohari serta Relevansinya sebagai Bahan Ajar Pembelajaran Sastra di SMA”. Skripsi. Serang: Universitas Sultan Ageng Tirtayasa.
Sudaryanto. (2015). Metode dan Aneka Teknik Analisis Bahasa. Yogyakarta: Duta Wacana University Press.
Sugiyono. (2017). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung: CV Alfabeta.
Sujanto, A., Sumadi, S., & Dkk. (2004). Psikologi Umum. Jakarta: Bumi Aksara.
Sutopo, H. B. (2002). Pengantar Penelitian Kualitatif. Surakarta: Universitas Sebelas Maret Press.
Wellek, R., & Warren, A. (1995). Teori Kesusasteraan. Terjemahan Melani Budianta. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama.
Wibowo, A. (2020). Film sebagai Media Pembelajaran dan Penguatan Pendidikan Karakter. Jakarta: Bumi Aksara.