MENEMBUS BATAS WAHYU: GENEALOGI PEMIKIRAN DAN METODOLOGI RASIONAL SPIRITUAL AHMADIYAH ALAM TAFSIR ISLAM MODERN
Main Article Content
Abstract
Studi ini meneliti asal-usul, genealogi, dan metodologi pemikiran Ahmadiyah sebagai salah satu gerakan Islam modern yang muncul di India pada akhir abad ke-19. Munculnya Ahmadiyah dipicu oleh krisis spiritual di kalangan Muslim, dominasi kolonial Inggris, dan tantangan dari komunitas non-Muslim yang mendorong munculnya gerakan reformasi. Melalui tokoh Mirza Ghulam Ahmad, Ahmadiyah mempromosikan rasionalisme, pengalaman spiritual, dan reinterpretasi konsep kenabian. Secara genealogi, gerakan ini merupakan kelanjutan dari tradisi reformis Islam India yang dikombinasikan dengan pemikiran eskatologis. Secara metodologis, Ahmadiyah menggunakan pendekatan hermeneutik yang menggabungkan akal, interpretasi ilmiah, dan wahyu spiritual. Studi ini menunjukkan bahwa Ahmadiyah tidak hanya menawarkan interpretasi baru tentang konsep kenabian dan wahyu, tetapi juga menegaskan posisinya sebagai respons terhadap perubahan sosial dan tantangan zaman. Diskusi ini juga menyoroti keragaman pemikiran dalam Islam modern dan relevansinya dalam wacana teologis dan sosiologis kontemporer.
Article Details

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.
References
Hasibuan, Hamka Husein. “KONSTRUKSI PEMIKIRAN CANDAH DALAM JEMAAT AHMADIYAH (Tinjauan Filsafat Hukum Islam)” Volume 1, Nomor 2, Juli Desember 2017 (t.t.): 342.
Monica dkk, Adelia. “Teologi Ahmadiyah di Indonesia” Volume. 5, No.2 Desember Tahun 2023 (t.t.): 121.
Muhtador, Moh. “AHMADIYAH DALAM LINGKAR TEOLOGI ISLAM (Analisis Sosial Atas Sejarah Munculnya Ahmadiyah).” Aqlam: Journal of Islam and Plurality 3, no. 1 (30 Juni 2018). https://doi.org/10.30984/ajip.v3i1.63 0.
———. “AHMADIYAH DALAM LINGKAR TEOLOGI ISLAM (Analisis Sosial atas Sejarah Munculnya Ahmadiyah)” Volume 3, Nomor 1, Juni 2018 (t.t.): 40.
———. “AHMADIYAH DALAM LINGKAR TEOLOGI ISLAM (Analisis Sosial atas Sejarah Munculnya Ahmadiyah)” Volume 3, Nomor 1, Juni 2018 (t.t.): 38.
———. “AHMADIYAH DALAM LINGKAR TEOLOGI ISLAM (Analisis Sosial atas Sejarah Munculnya Ahmadiyah)” Volume 3, Nomor 1, Juni 2018 (t.t.): 41.
———. “AHMADIYAH DALAM LINGKAR TEOLOGI ISLAM (Analisis Sosial atas Sejarah Munculnya Ahmadiyah)” Volume 3, Nomor 1, Juni 2018 (t.t.): 39.
———. “Doktrin Kenabian Ahmadiyah Perspektif Teologis Dan Analisis Sejarah Kemunculan.” JUSPI (Jurnal Sejarah Peradaban Islam) 4, no. 2 (7 Januari 2021): 72–81. https://doi.org/10.30829/juspi.v4i2.8 508.
Mujahidin, Muhammad Saekul. “KONSEP WAHYU DALAM AL- QUR’AN PERSPEKTIF SEKTE AHMADIYAH.” Tanzil: Jurnal Studi Al-Quran 5, no. 1 (27 Oktober 2022): 29–40.https://doi.org/10.20871/tjsq.v5i1.22 3.
Nur, Zulfikah, Muhammad Amri, dan Andi Aderus. “Ahmadiyah Dalam Pusaran Sejarah: Analisis Kritis Terhadap Doktrin Dan Pengaruhnya |Indo-MathEdu Intellectuals Journal,” 1 November 2024. https://ejournal.indo intellectual.id/imeij/article/view/138 1.
Nursalam, Kurniati, dan Achmad Musyahid. “Analisis Sosiologi Hukum Islam Terhadap Aliran Sempalan: Ahmadiyah Qadiyani Di Indonesia :” El-Faqih : Jurnal Pemikiran Dan Hukum Islam 10, no. 2 (29 Juli 2024): 235–52. https://doi.org/10.58401/faqih.v10i2. 1368.
Ramadan, Resti Febi. “AHMADIYAH DAN PERSEBARANNYA DI SUMATERA BARAT ABAD KE- 20” Volume 14, No. 1, Juni 2020 (t.t.): 70.
———. “AHMADIYAH DAN PERSEBARANNYA DI SUMATERA BARAT ABAD KE 20” Volume 14, No. 1, Juni 2020 (t.t.): 72.
Ramadhan, Mustarim, dan Neneng Hasanah. “GERAKAN DAN STRATEGI DAKWAH PADA ORGANISASI AHMADIYAH.”
Qaulan Baligha: Jurnal Ilmu Manajemen Dakwah 2, no. 1 (25 April 2025): 23–39.
Yuzar, Sri Kurniati. “Interpretasi Basyiruddin Mahmud Ahmad Atas Ayat-Ayat Khatam Al Anbiya’.” At- Tahfidz: Jurnal Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir Vol. 3 No. 02 Juni 2022 (t.t.): 38.
———. “INTERPRETASI BASYIRUDDIN MAHMUD AHMAD ATAS AYAT-AYAT KHATAM Al-ANBIYA’ (ANALISIS KITAB TAFSIR AHMADIYAH: QURANUMMAJID)” Vol. 3 No. 02 Juni 2022 (t.t.): 36.
Zulkarnain, Zulkarnain. Gerakan Ahmadiyah di Indonesia, 2005.