REKONSTRUKSI KEARIFAN LOKAL DALIHAN NATOLU DALAM PENGUATAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM MULTIKULTURAL
Main Article Content
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk merekonstruksi kearifan lokal Dalihan Natolu dalam penguatan Pendidikan Agama Islam (PAI) multikultural di Indonesia. Dalihan Natolu merupakan falsafah hidup masyarakat Angkola-Mandailing yang mengandung nilai toleransi, musyawarah, solidaritas, persaudaraan, dan penghormatan terhadap perbedaan. Nilai-nilai tersebut relevan dengan kebutuhan pendidikan Islam dalam masyarakat yang plural dan multikultural. Penelitian ini menggunakan metode narrative review dengan menelaah berbagai literatur ilmiah berupa jurnal, buku, dan artikel yang berkaitan dengan Dalihan Natolu, multikulturalisme, dan Pendidikan Agama Islam. Analisis dilakukan secara tematik dan interpretatif untuk mengidentifikasi relevansi nilai-nilai Dalihan Natolu dalam konteks pendidikan Islam. Hasil kajian menunjukkan bahwa Dalihan Natolu memiliki keselarasan dengan prinsip Islam rahmatan lil 'alamin, moderasi beragama, dan pendidikan multikultural. Integrasi nilai-nilai tersebut ke dalam pembelajaran PAI dapat memperkuat karakter peserta didik yang toleran, inklusif, dialogis, dan bertanggung jawab. Rekonstruksi Dalihan Natolu juga memperkaya pendekatan pedagogis berbasis budaya lokal serta memperkuat harmoni sosial di lingkungan pendidikan. Dengan demikian, Dalihan Natolu layak dijadikan sebagai landasan konseptual dalam pengembangan Pendidikan Agama Islam multikultural di Indonesia.
Article Details

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.
References
Al Husaini, A., I. Rosyada, J. A. Wahab, Nurhayati, dan M. N. Afifah. "Tantangan Multikulturalisme dalam Berbagai Aspek di Indonesia." Yasin: Jurnal Pendidikan dan Sosial Budaya 2, no. 1 (2022): 152–62. https://doi.org/10.58578/yasin.v2i1.218.
Askar, N. S., dan M. Tasbih. "Pemahaman Hadis tentang Moderasi Beragama (Studi Takhrij Hadis)." Media Hukum Indonesia 2, no. 5 (2025): 115–22. https://doi.org/10.5281/zenodo.14736732.
Bandur, H., dan A. A. Sihombing. "Likang Telu: Cultural Basis for Muslim-Catholic Relations in Manggarai." Al-Albab 11, no. 1 (2022): 37–52. https://doi.org/10.24260/alalbab.v11i1.2180.
Erawadi, E., dan F. M. Setiadi. "Exploring Religious Harmony Through Dalihan Na Tolu: Local Wisdom in Peacebuilding in Indonesia." Jurnal Ilmiah Peuradeun 12, no. 3 (2024): 1379–1408. https://doi.org/10.26811/peuradeun.v12i3.1398.
Fadilah, N., dan J. H. Purba. "Penyerbukan Silang Antarbudaya dalam Rangka Memperkuat Kebudayaan Bangsa dan Identitas Nasional Indonesia." Antropocene: Jurnal Penelitian Ilmu Humaniora 2, no. 2 (2022): 42–48. https://doi.org/10.56393/antropocene.v2i3.898.
Gabriel, J., T. Tampake, dan G. Y. A. Suprabowo. "Peran Nilai Dalihan Na Tolu terhadap Berdirinya Gereja HKBP Purwokerto dari Perspektif Teori Solidaritas Sosial Emile Durkheim." Panangkaran: Jurnal Penelitian Agama Dan Masyarakat 9, no. 2 (2025): 253–74. https://doi.org/10.14421/panangkaran.v9i2.4565.
Gaol, C. L. "Nilai Dalihan Na Tolu dalam Membangun Hidup Bersama: Tinjauan Relasionalitas Armada Riyanto." Jurnal Studi Budaya Nusantara 8, no. 1 (2024): 11–24. https://doi.org/10.21776/ub.sbn.2024.008.01.02.
Guspani, R., H. Satrisno, Y. Rizka, B. Irawan, dan S. R. Merliana. "Integrasi Kearifan Lokal dalam Pembelajaran Pendidikan Agama Islam." Al-Munawwarah: Jurnal Pendidikan Islam 17, no. 2 (2025): 138–53. https://doi.org/10.35964/almunawwarah.v17i2.452.
Hamid, Asrul, Syaipuddin Ritonga, dan Andri Muda Nst. "Kearifan Lokal Dalihan Na Tolu sebagai Pilar Toleransi Beragama pada Masyarakat Tapanuli Selatan." Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora 13, no. 1 (2024): 132–43. https://doi.org/10.23887/jish.v13i1.74809.
Harahap, S. M., dan H. Hamka. "Investigating the Roles of Philosophy, Culture, Language and Islam in Angkola’s Local Wisdom of ‘Dalihan Na Tolu’." HTS Teologiese Studies/Theological Studies 79, no. 1 (2023): Artikel a8164. https://doi.org/10.4102/hts.v79i1.8164.
Hutasoit, Nortima, dan Riris Johanna Siagian. "Integrasi Dalihan Na Tolu ke dalam Pelayanan Gereja: Studi Teologi Kontekstual Budaya Batak." Marsahala: Jurnal Studi Agama dan Budaya 1, no. 1 (2025): 1–11. https://doi.org/10.64099/qjtcwg31.
Khotimah, A. Ghofur, Usman, Kasmuri, dan S. N. Siregar. "Adat Pernikahan Batak Toba dan Mandailing: Perbedaan, Persamaan, dan Nilai-Nilai Sosial." Nusantara: Journal for Southeast Asian Islamic Studies 21, no. 1 (2025): 1–15. https://doi.org/10.24014/nusantara.v20i1.33804.
Malau, T. W. "Teologi Dalihan Natolu sebagai Simbol Persatuan dalam Adat Suku Batak Toba." Jurnal Pendidikan Agama Dan Teologi 3, no. 1 (2025): 30–41. https://doi.org/10.59581/jpat-widyakarya.v3i1.4487.
Mulyadi. "Konsep Multikultural, Multikulturalisme di Indonesia, Pendidikan Karakter." Jurnal Manajemen Pendidikan 11, no. 1 (2026): 1280–87. https://doi.org/10.34125/jmp.v11i1.1832.
Nauly, M., Irmawati, R. M. Purba, dan R. Fauzia. "Dinamika Identitas Etnis dan Identitas Nasional dalam Proses Menjadi Orang Indonesia: Studi pada Etnis Batak." Jurnal Psikologi Ulayat: Indonesian Journal of Indigenous Psychology 9, no. 2 (2022): 305–31. https://doi.org/10.24854/jpu398.
Oktovia, D., N. Dora, S. H. Nasution, dan Y. Ruwina. "Dalihan Na Tolu sebagai Falsafah Etnik Batak di Sumatera Utara." Jurnal Ilmiah Nusantara (JINU) 2, no. 2 (2025): 462–67. https://doi.org/10.61722/jinu.v2i2.3802.
Prayoga, H. A., dan F. Zuska. "Dalihan Na Tolu: Fungsi Kekerabatan Masyarakat Angkola dalam Upacara Perkawinan di Desa Paran Julu Kabupaten Padang Lawas Provinsi Sumatera Utara." Jurnal Muqoddimah: Jurnal Ilmu Sosial, Politik, Dan Humaniora 6, no. 1 (2022): 242–53. https://doi.org/10.31604/jim.v6i1.2022.242-253.
Rahayu, S. "Implementasi Pendidikan Agama Islam Berbasis Multikultural dalam Membentuk Karakter Peserta Didik pada SMK Ulil Albab dan SMK Al-Musyawirin Kabupaten Cirebon." Al Qalam: Jurnal Ilmiah Keagamaan dan Kemasyarakatan 17, no. 5 (2023): 3290–3307. https://doi.org/10.35931/aq.v17i5.2640.
Resdati. "Eksistensi Nilai Dalihan Na Tolu pada Generasi Muda Batak Toba di Perantauan." Jurnal Sosial Budaya 19, no. 1 (2022): 41–48. http://dx.doi.org/10.24014/sb.v19i1.16624.
Sembiring, G. P. "Kearifan Lokal pada Sistem Kekerabatan (Dalihan Na Tolu dan Rakut Si Telu) pada Masyarakat Batak Toba." Jurnal Sadewa: Publikasi Ilmu Pendidikan, Pembelajaran dan Ilmu Sosial 2, no. 2 (2024): 257–68. https://doi.org/10.61132/sadewa.v2i2.848.
Siringoringo, J., H. Sitorus, dan R. Sihombing. "Eksistensi Nilai Budaya Adat Dalihan Na Tolu dalam Pengembangan Materi Pendidikan Agama Kristen di Pusat Pelayanan STT Trinity Parapat." Jurnal Pendidikan Sosial dan Humaniora 4, no. 4 (2025): 7373–92. https://publisherqu.com/index.php/pediaqu/article/view/3160.
Wahyuddin, Ismail, dan Habibah. "Implementasi Nilai-Nilai Moderasi Beragama Masyarakat Perbatasan RI-Malaysia di Desa Sungai Limau Kecamatan Sebatik Tengah Kabupaten Nunukan." Journal on Education 7, no. 1 (2024): 5247–67. http://jonedu.org/index.php/joe/article/view/6486.
Zulkarnain, dan Ewen Josua Silitonga. "Dalihan Na Tolu (DNT) sebagai Rekonsiliasi Konflik Agama Islam-Kristen dalam Masyarakat Batak." Mitra Sriwijaya: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen 4, no. 1 (2023): 18–33. https://www.sttsriwijaya.ac.id/e-journal/index.php/ms/article/view/100