ASAS LEGALITAS PENDIDIKAN AGAMA ISLAM (PANCASILA, UUD 1945, TAP MPR, UU PENDIDIKAN, SOSIAL RELIGIUS MASYARAKAT INDONESIA, UU ITE)
Main Article Content
Abstract
Penelitian ini bertujuan menganalisis asas legalitas Pendidikan Agama Islam (PAI) dalam sistem pendidikan nasional Indonesia yang ditinjau dari perspektif Pancasila, UUD 1945, TAP MPR, undang-undang pendidikan, kondisi sosial religius masyarakat Indonesia, serta regulasi digital melalui Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kepustakaan (library research) dan analisis yuridis normatif terhadap berbagai regulasi, dokumen negara, dan literatur ilmiah yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa legalitas PAI memiliki dasar filosofis pada nilai Ketuhanan Yang Maha Esa dalam Pancasila, dasar konstitusional dalam UUD 1945 Pasal 29 dan Pasal 31, serta penguatan yuridis melalui TAP MPR dan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. Selain itu, karakter sosial religius masyarakat Indonesia menjadi faktor sosiologis yang memperkuat keberadaan PAI sebagai bagian integral pendidikan nasional. Di era digital, pelaksanaan PAI juga memperoleh legitimasi melalui UU ITE yang mendukung pemanfaatan teknologi informasi dalam pembelajaran berbasis digital secara etis dan bertanggung jawab. Penelitian ini menegaskan bahwa asas legalitas PAI tidak hanya bersifat normatif-yuridis, tetapi juga mencerminkan kebutuhan sosial, moral, dan kultural masyarakat Indonesia dalam membangun pendidikan yang religius, moderat, dan adaptif terhadap perkembangan teknologi.
Article Details

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.
References
Azyumardi Azra. Pendidikan Islam: Tradisi dan Modernisasi, Jakarta: Kencana, 2012.
Bagir Manan. Teori dan Politik Konstitusi, Yogyakarta: FH UII Press, 2003.
Darji Darmodiharjo. Pokok-Pokok Filsafat Hukum, Jakarta: Gramedia, 2006.
Dede Rosyada. Pendidikan Islam di Era Digital, Jakarta: Kencana, 2020.
Erna Fauziah, dkk., “Relevansi UU Sisdiknas dalam Kebijakan Pendidikan Islam,” Edukasi Islami, Vol. 12 (2023). DOI: https://doi.org/10.30868/ei.v12i001.6132
Erviani, D. (2025). Pendidikan Agama Islam sebagai Dasar Pembentukan Sosial dan Budaya, DOI: https://doi.org/10.37304/parislangkis.v6i2.24534
Haidar Putra Daulay. Isu-Isu Kontemporer: Pendidikan Agama Islam di Indonesia.
Hans Kelsen. Pure Theory of Law, Berkeley: University of California Press, 1967.
https://doi.org/10.62070/kaipi.v1i2.32
Jamil, S. et al. (2023). Kesadaran Sosial dalam Pendidikan Agama Islam, DOI: https://doi.org/10.62070/kaipi.v1i2.32
Jimly Asshiddiqie. Pengantar Ilmu Hukum Tata Negara, Jakarta: Rajawali Pers, 2015.
Kaelan. Pendidikan Pancasila, Yogyakarta: Paradigma, 2013.
Kementerian Agama Republik Indonesia. Moderasi Beragama, Jakarta: Badan Litbang dan Diklat Kemenag RI, 2019..
Ketetapan MPRS Nomor XXVII/MPRS/1966 tentang Agama, Pendidikan, dan Kebudayaan.
Ki Hadjar Dewantara. Pendidikan, Yogyakarta: Majelis Luhur Persatuan Taman Siswa, 2013.
La Mahiddin, “Kebijakan Pendidikan Islam dalam UU Sisdiknas,” Ambarsa, Vol. 1 No. 2. DOI: https://doi.org/10.59106/abs.v1i2.36
Luthfi Khairul Fikri, Munawar Rahmat, & Wahyu Wibisana, “Perkembangan Pendidikan Agama Islam di Sekolah Dasar Tahun 1945–1966,” Tarbawy: Indonesian Journal of Islamic Education, Vol. 1 No. 2. https://doi.org/10.17509/t.v1i1.3760
M. Shabir, Usman, & Kamal, “Pendidikan Agama Islam di Sekolah Umum,” Indonesian Journal of Intellectual Publication, Vol. 3 No. 1 (2023): 58–64. https://doi.org/10.51577/ijipublication.v3i1.384
Mahfud MD. Perdebatan Hukum Tata Negara Pasca Amandemen Konstitusi, Jakarta: Rajawali Pers, 2011.
Moeljatno. Asas-Asas Hukum Pidana, Jakarta: Rineka Cipta, 2008.
Mohammad Kosim, “Pendidikan Agama Islam di Sekolah Umum (Perspektif Sosio-Politik-Historis),” Tadris: Jurnal Pendidikan Islam. https://doi.org/10.19105/tjpi.v1i2.197
Mohammad Ramli, “Tanggung Jawab Pendidikan Islam dalam UU Sisdiknas,” Mumtaz, Vol. 2 No. 2. DOI: https://doi.org/10.70936/mumtaz.v2i2.57
Muhaimin. Paradigma Pendidikan Islam, Bandung: Remaja Rosdakarya, 2012.
Munir. Pembelajaran Digital, Bandung: Alfabeta, 2017.
Mutia Miftachul Janna, dkk., “Pendidikan Agama Islam dalam UU No. 20 Tahun 2003,” KUTTAB, Vol. 9 No. 1 (2023). DOI: https://doi.org/10.30736/ktb.v9i1.2406
Notonagoro. Pancasila Secara Ilmiah Populer, Jakarta: Bina Aksara, 1980.
Nurcholish Madjid. Islam, Kemodernan dan Keindonesiaan, Jakarta: Paramadina, 2008.
Nurul Humaidi, Agus Tinus, & Asrori, “Studi Kebijakan Pendidikan Agama Islam pada Lembaga Pendidikan di Indonesia,” Tadarus: Jurnal Pendidikan Islam, Vol. 10 No. 2 (2021). https://doi.org/10.30651/td.v10i2.12194
Republik Indonesia, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, Pasal 31 ayat (3).
Republik Indonesia, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, Pasal 40 ayat (2).
Republik Indonesia, Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik, Pasal 4.
Rizkiyah, T. (2021). Moderasi Beragama dalam Pendidikan Islam DOI: https://doi.org/10.53491/porosonim.v2i2.127
Satjipto Rahardjo. Ilmu Hukum, Bandung: Citra Aditya Bakti, 2014.
Shidiq Agung Sutrisno, dkk., “Politik Kebijakan Pendidikan Agama Islam Era Reformasi,” Jurnal Pendas, Vol. 10 No. 3 (2023). DOI: https://doi.org/10.23969/jp.v10i03.32372
Sudikno Mertokusumo. Mengenal Hukum: Suatu Pengantar, Yogyakarta: Liberty, 2010.
Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, Pasal 29 ayat (1)-(2).
Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, Pasal 29 ayat (1).
Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, Pasal 12 ayat (1) huruf a, hlm. 6–7; Ketetapan MPRS Nomor XXVII/MPRS/1966 tentang Agama, Pendidikan dan Kebudayaan.