ANALISIS PENGARUH PROBLEMATIKA PROGRAM MBG TERHADAP PERBAIKAN STATUS GIZI DAN KESEHATAN MASYARAKAT

Main Article Content

Dewi Arjuna Putri Pan Harahap Rayandra Ashyar Evan Wicaksana Jefri Marza

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh problematika Program Makan Bergizi Gratis (MBG) terhadap perbaikan status gizi dan kesehatan masyarakat. Program MBG merupakan salah satu upaya pemerintah dalam meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat melalui pemenuhan kebutuhan gizi, terutama pada kelompok rentan. Namun, dalam implementasinya masih ditemukan berbagai kendala seperti distribusi makanan yang tidak merata, kualitas menu yang belum sesuai standar gizi, keterbatasan anggaran, serta rendahnya pengawasan program. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan analisis kritis melalui kajian literatur dan fenomena sosial kesehatan masyarakat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa problematika pelaksanaan MBG memengaruhi efektivitas program dalam meningkatkan status gizi masyarakat. Meskipun demikian, program ini tetap memberikan dampak positif terhadap penurunan risiko malnutrisi, peningkatan kesehatan masyarakat, dan kesadaran pentingnya konsumsi makanan bergizi. Diperlukan evaluasi menyeluruh, penguatan kebijakan, serta edukasi gizi berkelanjutan agar tujuan program dapat tercapai secara optimal.

Article Details

How to Cite
[1]
D. A. Harahap, R. Ashyar, E. Wicaksana, and J. Marza, “ANALISIS PENGARUH PROBLEMATIKA PROGRAM MBG TERHADAP PERBAIKAN STATUS GIZI DAN KESEHATAN MASYARAKAT”, JURNAL EDUCATION AND DEVELOPMENT, vol. 14, no. 3, pp. 714-717, Sep. 2026.
Section
Artikel

References

Kementerian Kesehatan RI. (2024). Laporan Hasil Pemantauan Gizi Masyarakat Indonesia Tahun 2024.
Nutbeam, D. (2008). The evolving concept of health literacy. Social Science & Medicine, 67 (12), 2072–2078.
Popper, K. (1959). The Logic of Scientific Discovery. Routledge.
Vygotsky, L. (1978). Mind in Society. Harvard University Press.
World Health Organization (WHO). (2024). Global Nutrition Report 2024: Actioning Equity in Nutrition. Geneva: World Health Organization.
WHO. (2024). Global Nutrition Report: Actioning Equity in Nutrition. World Health Organization.
Bourdieu, P. (1977). Outline of a Theory of Practice. Cambridge: Cambridge University Press.
Conrad, P., & Schneider, J. W. (1980). Deviance and medicalization: From badness to sickness. Social Science & Medicine, 14(1), 1–3. https://doi.org/10.1016/0277-9536(80)90116-5
Foucault, M. (1963). The Birth of the Clinic: An Archaeology of Medical Perception. New York: Vintage Books.
Freire, P. (1970). Pedagogy of the Oppressed. London: Bloomsbury Academic.
Hacking, I. (1999). The Social Construction of What? Cambridge, MA: Harvard University Press.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2024). Laporan Hasil Pemantauan Status Gizi Masyarakat Indonesia Tahun 2024. Jakarta: Kementerian Kesehatan RI.
Kementerian Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat. (2024). Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 66 Tahun 2024 tentang Program Makan Bergizi Gratis. Jakarta: Sekretariat Negara RI.
Badan Gizi Nasional. (2024). Buku Pedoman Teknis Pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis. Jakarta: Badan Gizi Nasional Republik Indonesia.
Bappenas. (2024). Evaluasi Awal Pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis: Analisis Tantangan dan Potensi Dampak. Jakarta: Badan Perencanaan Pembangunan Nasional.
Akib, H., & Mappaselle, A. (2023). Implementasi Kebijakan Program Gizi di Indonesia: Tantangan dan Strategi Perbaikan. Jurnal Kebijakan Kesehatan Indonesia, 12(2), 145–156. https://doi.org/10.22435/jkki.v12i2.7892
Arifin, S., & Susanto, H. (2022). Analisis Filosofis Pelayanan Kesehatan: Perspektif Ontologi, Epistemologi, dan Aksiologi. Jurnal Filsafat dan Pemikiran Kesehatan, 8(1), 23–35.
Notoatmodjo, S. (2018). Promosi Kesehatan: Teori dan Aplikasi. Jakarta: Rineka Cipta.
Nutbeam, D. (2008). The evolving concept of health literacy. Social Science & Medicine, 67(12), 2072–2078. https://doi.org/10.1016/j.socscimed.2008.09.003
Suryanto, B., & Wibowo, A. (2024). Evaluasi Kualitas Gizi dan Distribusi Program Makan Bergizi Gratis di Tingkat Daerah. Jurnal Gizi dan Pangan, 19(1), 45–54.