PEMANFAATAN TUMBUHAN DAUN KUMIS KUCING SEBAGAI OBAT PENYAKIT GINJAL DAN ASAM URAT

Main Article Content

Krisdayanti Gaurifa Levius Hulu Octeratny Tuberta Memowua Gowasa

Abstract

Indonesia memiliki keanekaragaman hayati yang melimpah, termasuk tanaman obat tradisional yang telah lama digunakan secara empiris oleh masyarakat. Salah satu tanaman potensial adalah kumis kucing (Orthosiphon aristatus), yang dikenal memiliki efek diuretik dan berbagai manfaat farmakologis lainnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji kandungan senyawa aktif dalam daun kumis kucing dan potensinya sebagai pengobatan alternatif alami, khususnya sebagai agen diuretik. Metode yang digunakan adalah studi kepustakaan (library Research) dengan mengumpulkan data dari berbagai literatur ilmiah terbitan 2018–2025. Hasil kajian menunjukkan bahwa senyawa seperti asam litospermat I, dikafeoil tartarat, dan ortositonon C dalam kumis kucing memiliki energi ikatan lebih rendah dibandingkan obat sintetik seperti furosemide dan acetazolamide, yang menandakan afinitas yang lebih tinggi terhadap reseptor diuretik. Selain itu, kumis kucing juga bermanfaat dalam mengatasi gangguan ginjal, hipertensi, rematik, dan asam urat melalui aktivitas flavonoid dan glikosida. Dari sisi ekonomi, tanaman ini mudah dikembangkan dan memiliki prospek pemasaran yang baik melalui sistem distribusi lokal. Dengan demikian, kumis kucing berpotensi dikembangkan sebagai diuretik fitofarmaka berbasis herbal yang aman dan terjangkau.

Article Details

How to Cite
[1]
K. Gaurifa, L. Hulu, and O. T. M. Gowasa, “PEMANFAATAN TUMBUHAN DAUN KUMIS KUCING SEBAGAI OBAT PENYAKIT GINJAL DAN ASAM URAT”, JURNAL EDUCATION AND DEVELOPMENT, vol. 14, no. 2, pp. 917-923, May 2026.
Section
Artikel

References

Rizvi, F. N., Putri, M. N., Kurniawan, R., & Karsih, O. R. (2024). Manfaat Tanaman Daun Kumis Kucing (Orthosiphon aristatus): Studi Literatur. Agriculture and Biological Technology. – Menyimpulkan senyawa diuretik seperti asam litospermat I, dikafeoil tartarat, dan ortositonon C, serta menunjukkan potensi kumis kucing dalam meredakan gangguan ginjal dan asam urat
Febriani, dkk. (2024). Studi Pemberian Air Rebusan Daun Kumis Kucing terhadap Penurunan Kadar Asam Urat Penderita Arthritis Gout di Puskesmas Benu-Benua Kota Kendari. Jurnal Kesehatan Masyarakat Celebes, 5(02), 8–11. – Observasi pada 5 pasien gout: rebusan kumis kucing 1× sehari selama 5 hari efektif menurunkan kadar asam urat
Lindawati, R. Y., Febriyona, R., & Sudirman, A. N. A. (2024). Pengaruh Air Rebusan Kumis Kucing terhadap Penurunan Asam Urat di Desa Manawa. Jurnal Rumpun Ilmu Kesehatan. – Penelitian dengan desain kontrol sejajar (32 responden) menunjukkan penurunan kadar asam urat signifikan (p = 0,000)
Rahamdona, A., Mudite, I. K., & Satyaningtijas, A. S. (2019). Aktivitas Ekstrak Daun Kumis Kucing terhadap Perbaikan Ginjal Tikus yang Diinduksi Etilen Glikol. Repository IPB. – Ekstrak kumis kucing menurunkan atrofi glomerulus dan endapan protein tubulus
gatta, E. W., & Putra, A. A. G. R. Y. (2024). Potensi Flavonoid Tanaman Kumis Kucing sebagai Agen Terapi Asam Urat. COMSERVA: Jurnal Penelitian & Pengabdian Masyarakat. – Review literatur (2018–2023) menunjukkan flavonoid dalam kumis kucing berperan anti-inflamasi dan menurunkan asam urat
Xu, X., Zhang, Y., Wang, J., & Li, Z. (2020). Antihyperuricemic and Nephroprotective Effects of Extracts from Orthosiphon stamineus in Hyperuricemic Mice. Journal of Pharmacy and Pharmacology – Dirujuk oleh HelloSehat sebagai bukti keberhasilan menurunkan kadar asam urat dan melindungi ginjal.