PEMANFAATAN ANTIOKSIDAN EKSTRAK KULIT MANGGIS (Garcinia mangostana) SEBAGAI POTENSI PENGEMBANGAN OBAT HERBAL DIDESA HILISANGOWO’LA KECAMATAN LOLOMATUA

Main Article Content

Adam Smith Bago Silvin Yanti Laia Intan Bestari Bu’ulolo Intra Damai Jaya Halawa

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi antioksidan yang terdapat pada ekstrak kulit manggis (Garcinia mangostana) serta peluang pemanfaatannya sebagai bahan dasar pengembangan obat herbal di Desa Hilisangowo’la, Kecamatan Lolomatua. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi literatur dan observasi sederhana di lapangan. Penelitian ini didukung oleh kajian pustaka terkait kandungan senyawa aktif pada kulit manggis serta pemanfaatannya dalam pengobatan tradisional. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui studi literatur, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis melalui tahap reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Data penelitian diperoleh dari berbagai sumber ilmiah mengenai kandungan senyawa bioaktif kulit manggis, seperti xanton, flavonoid, dan tanin, serta hasil observasi mengenai pemanfaatan tanaman herbal oleh masyarakat setempat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengetahuan masyarakat Desa Hilisangowòla Kecamatan Lolomatua tentang pemanfaatan kulit manggis (Garcinia mangostana) sebagai antioksidan masih rendah hingga sedang. Kulit manggis dapat diolah secara sederhana menjadi ekstrak herbal yang berpotensi sebagai minuman kesehatan. Ekstrak ini berfungsi sebagai antioksidan alami untuk menangkal radikal bebas dan membantu meningkatkan daya tahan tubuh. Penggunaannya memberikan efek positif seperti tubuh terasa lebih segar dan lebih bugar, meskipun tingkat efektivitasnya berbeda pada setiap individu. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa kulit manggis (Garcinia mangostana) memiliki potensi besar sebagai bahan pengembangan obat herbal alami karena kandungan antioksidannya yang tinggi serta manfaatnya bagi kesehatan. Oleh karena itu, disarankan agar penelitian selanjutnya dilakukan melalui metode eksperimen dan uji klinis untuk mengetahui efektivitas, keamanan, serta dosis penggunaan ekstrak kulit manggis agar dapat dikembangkan menjadi obat herbal yang lebih terstandar. Selain itu, masyarakat diharapkan dapat memanfaatkan bahan alami secara tepat sebagai alternatif pengobatan yang aman dan ramah lingkungan.

Article Details

How to Cite
[1]
A. S. Bago, S. Y. Laia, I. B. Bu’ulolo, and I. D. J. Halawa, “PEMANFAATAN ANTIOKSIDAN EKSTRAK KULIT MANGGIS (Garcinia mangostana) SEBAGAI POTENSI PENGEMBANGAN OBAT HERBAL DIDESA HILISANGOWO’LA KECAMATAN LOLOMATUA”, JURNAL EDUCATION AND DEVELOPMENT, vol. 14, no. 2, pp. 924-928, May 2026.
Section
Artikel

References

Anggito, A., & Setiawan, J. (2022). Metodologi Penelitian Kualitatif. Sukabumi: CV Jejak.
BPOM. (2022). Pedoman Obat Herbal Terstandar dan Fitofarmaka. Jakarta: Badan Pengawas Obat dan Makanan.
Dalimartha, S. (2013). Atlas Tumbuhan Obat Indonesia. Jakarta: Puspa Swara.
Dalimartha, S. (2022). Khasiat Buah dan Tanaman Obat Indonesia. Jakarta: Penebar Swadaya.
Fitrah, M., & Luthfiyah. (2022). Metodologi Penelitian Kualitatif, Tindakan Kelas dan Studi Kasus. Sukabumi: CV Jejak.
Halliwell, B., & Gutteridge, J. M. C. (2022). Free Radicals in Biology and Medicine. Oxford: Oxford University Press.
Moleong, L. J. (2023). Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.
Sugiyono. (2023). Metode Penelitian Kualitatif. Bandung: Alfabeta.
Tjitrosoepomo, G. (2022). Taksonomi Tumbuhan. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.
WHO. (2023). Traditional Medicine Strategy. Geneva: World Health Organization.
Winarsi, H. (2022). Antioksidan Alami dan Radikal Bebas. Yogyakarta: Kanisius.
Carocho, M., & Ferreira, I. C. F. R. (2023). Natural antioxidants and health benefits.
Dachi, F. (2020). Pengembangan tanaman obat lokal sebagai sumber bahan herbal.
Harefa, T. (2021). Pengembangan obat herbal berbasis sumber daya alam.
Harefa, T., & Gulo, Y. (2026). Uji klinis dan komersialisasi produk herbal.
Hidayat, A., dkk. (2024). Morfologi dan pertumbuhan tanaman manggis (Garcinia mangostana).
Hulu, M. (2021). Uji toksisitas pada bahan herbal alami.
Hutapea, R. (2023). Obat herbal dan kesehatan masyarakat.
Hutapea, R. (2026). Peran antioksidan alami dalam pencegahan penyakit degeneratif.
Lase, S. (2023). Analisis fitokimia kulit manggis.
Lee, S., dkk. (2024). Flavonoids and cardiovascular health.
Lestari, R. (2026). Potensi kesehatan kulit manggis sebagai bahan herbal.
Nugraha, A., dkk. (2023). Peran antioksidan dalam mencegah stres oksidatif.
Obolskiy, D., dkk. (2022). Xanthones from mangosteen and their pharmacological activities.
Patel, S., dkk. (2023). Bioactive compounds and medicinal potential of mangosteen peel.
Pratama, R., dkk. (2022). Aktivitas antioksidan senyawa xanthone pada kulit manggis.
Putri, D., dkk. (2022). Peran flavonoid dan polifenol dalam peningkatan sistem imun.
Putri, D., dkk. (2023). Kajian morfologi tanaman manggis (Garcinia mangostana).
Putri, D. (2024). Pemanfaatan ekstrak kulit manggis dalam kesehatan kulit.
Rahman, A., dkk. (2022). Kandungan bioaktif dan manfaat kesehatan kulit manggis (Garcinia mangostana).
Rahman, A. (2024). Antioksidan alami dan perannya dalam kesehatan manusia.
Rahmawati, S., dkk. (2023). Aktivitas antiinflamasi ekstrak kulit manggis.
Rahmawati, S. (2024). Efek antiinflamasi senyawa xanthone pada kulit manggis.
Saputra, A. (2023). Aktivitas antikanker xanthone dari kulit manggis.
Saputra, A., dkk. (2024). Potensi antikanker senyawa bioaktif kulit manggis.
Sari, N., & Wijaya, R. (2020). Pemanfaatan kulit manggis sebagai bahan obat herbal.
Siregar, D. (2022). Peran antioksidan dalam meningkatkan sistem imun.
Siregar, D., & Lestari, R. (2021). Pemanfaatan bahan alami dalam pengobatan tradisional masyarakat.
Sutrisno, B., dkk. (2023). Karakteristik reproduksi dan morfologi manggis.
Telaumbanua, D. (2023). Standarisasi produk obat herbal.
Waruwu, F. (2024). Teknik ekstraksi senyawa aktif tanaman obat.
Waruwu, F., & Hulu, M. (2025). Pemanfaatan tanaman obat lokal berbasis masyarakat.
Wijaya, R., dkk. (2025). Aktivitas antibakteri ekstrak kulit manggis terhadap bakteri patogen.
Zebua, E. (2022). Formulasi sediaan obat herbal.
Zega, A. (2022). Pengembangan obat herbal berbasis penelitian ilmiah.