PEMANFAATAN DAUN KEMBANG SEPATU SEBAGAI OBAT TRADISIONAL UNTUK MENYUBURKAN RAMBUT DI DESA HILIGEHO
Main Article Content
Abstract
Daun kembang sepatu (Hibiscus rosa-sinensis L.) merupakan salah satu tanaman yang banyak dimanfaatkan masyarakat sebagai obat tradisional, termasuk untuk perawatan rambut. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh masih adanya masyarakat Desa Hiligeho yang memanfaatkan daun kembang sepatu sebagai penyubur rambut secara turun-temurun, namun informasi mengenai pemanfaatannya belum terdokumentasi secara ilmiah. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan cara pengolahan daun kembang sepatu, mengetahui manfaatnya bagi kesehatan rambut, serta mengidentifikasi tingkat pengetahuan masyarakat mengenai penggunaan tanaman tersebut sebagai obat tradisional. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa daun kembang sepatu umumnya diolah dengan cara dicuci, dihaluskan, kemudian diaplikasikan pada rambut dan kulit kepala secara rutin. Masyarakat meyakini bahwa penggunaan daun kembang sepatu dapat membantu mengurangi kerontokan rambut, meningkatkan pertumbuhan rambut, serta menjaga kesehatan kulit kepala. Oleh karena itu, pemanfaatan daun kembang sepatu sebagai bahan perawatan rambut alami perlu terus dilestarikan dan didukung dengan penelitian ilmiah yang lebih mendalam untuk membuktikan efektivitas serta keamanannya.
Article Details

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.
References
Creswell, J. W. (2020). Research design: Pendekatan metode kualitatif, kuantitatif, dan campuran (Edisi terjemahan). Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Creswell, J. W. (2023). Qualitative inquiry and research design: Choosing among five approaches (4th ed.). Thousand Oaks, CA: Sage Publications.
Ekor, M. (2020). The growing use of herbal medicines: Issues relating to adverse reactions and challenges in monitoring safety. Frontiers in Pharmacology, 11, 1–10. https://doi.org/10.3389/fphar.2020.00001
European Medicines Agency. (2020). Herbal medicinal products. London: EMA.
Fadli, M. (2021). Penggunaan tanaman obat tradisional dalam kehidupan masyarakat. Jurnal Farmasi Indonesia, 13(1), 23–30.
Gupta, R., Sharma, A., & Singh, P. (2020). Herbal remedies for hair growth: A review. International Journal of Cosmetic Science, 42(3), 215–223. https://doi.org/10.1111/ics.12600
Gupta, R., Sharma, A., & Singh, P. (2021). Natural products in hair care: Benefits and applications. Journal of Ethnopharmacology, 268, 113–120. https://doi.org/10.1016/j.jep.2020.113000
Joshi, P., Kumar, R., & Singh, S. (2021). Medicinal plants for hair treatment: A comprehensive review. Asian Journal of Pharmaceutical Research, 11(2), 98–105.
Kaur, H., & Singh, J. (2023). Role of herbal medicine in modern healthcare. Journal of Herbal Medicine, 18, 100–110. https://doi.org/10.1016/j.hermed.2023.100110
Kaur, R., Sharma, V., & Singh, M. (2020). Natural ingredients in hair care products. Cosmetic Dermatology Journal, 12(1), 50–60.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2020). Pemanfaatan tanaman obat keluarga (TOGA). Jakarta: Kemenkes RI.
Kumar, S., & Patel, D. (2022). Phytochemical analysis of medicinal plants used for hair growth. International Journal of Pharmaceutical Sciences, 14(1), 44–52.
Kumar, V., & Singh, A. (2023). Herbal medicine and its applications in modern science. Pharmacognosy Reviews, 17(1), 12–20.
Lee, J., & Park, S. (2020). Hair health and cosmetic science. International Journal of Trichology, 10(4), 150–158.
Mahendra, I., & Lestari, D. (2023). Pemanfaatan tanaman herbal sebagai obat tradisional di Indonesia. Jurnal Biologi Indonesia, 9(2), 67–75.
Miles, M. B., Huberman, A. M., & Saldaña, J. (2014). Qualitative data analysis: A methods sourcebook (3rd ed.). Thousand Oaks, CA: Sage Publications.
Moleong, L. J. (2021). Metodologi penelitian kualitatif. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.
Patel, D., & Mehta, R. (2021). Herbal hair oils and their benefits. Journal of Cosmetic Science, 15(2), 89–97.
Rani, S., & Verma, P. (2022). Traditional herbal remedies for hair care. Journal of Natural Products, 10(3), 120–128.
Rao, K., & Patel, D. (2020). Natural compounds in hair growth treatment. Phytotherapy Research, 34(5), 102–110.
Sari, D., & Putra, A. (2023). Pemanfaatan tanaman kembang sepatu sebagai obat tradisional. Jurnal Biologi Terapan, 7(1), 33–40.
Sharma, A., & Gupta, R. (2021). Phytochemical properties of Hibiscus rosa-sinensis. Journal of Herbal Science, 6(2), 55–62.
Sharma, R., & Singh, P. (2021). Hair growth mechanisms and natural remedies. International Journal of Dermatology, 60(6), 700–710.
Sharma, S., & Verma, N. (2022). Medicinal plants in hair care formulations. Journal of Pharmacognosy, 14(3), 200–210.
Singh, R., Kumar, S., & Sharma, V. (2020). Herbal medicine usage in developing countries. Asian Journal of Medicine, 8(2), 77–85.
Sugiyono. (2020). Metode penelitian kualitatif, kuantitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.
Trüeb, R. M. (2020). The impact of oxidative stress on hair. International Journal of Trichology, 12(2), 50–57.
Verma, A., Gupta, S., & Chandra, P. (2021). Herbal extracts in cosmetic applications. Journal of Cosmetic Dermatology, 20(4), 100–108.
World Health Organization. (2013). WHO traditional medicine strategy 2014–2023. Geneva: WHO.
World Health Organization. (2021). Global report on traditional and complementary medicine. Geneva: WHO.
World Health Organization. (2022). Traditional medicine and its role in health systems. Geneva: WHO.