PEMANFAATAN TANAMAN DAUN MENIRAN SEBAGAI OBAT PEMECAH BATU GINJAL DAN MENJAGA KESEHATAN HATI DI DESA MONDROWE
Main Article Content
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pemanfaatan daun meniran sebagai obat pemecah batu ginjal serta perannya dalam menjaga kesehatan hati pada masyarakat Desa Mondrowe. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Responden dalam penelitian ini adalah masyarakat yang memanfaatkan daun meniran sebagai obat tradisional. Data dianalisis secara deskriptif untuk menggambarkan tingkat pengetahuan, cara pengolahan, serta pengalaman masyarakat dalam menggunakan daun meniran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar masyarakat Desa Mondrowe telah mengenal dan memanfaatkan daun meniran sebagai obat tradisional, terutama untuk membantu meluruhkan batu ginjal dan menjaga fungsi hati. Pengolahan daun meniran umumnya dilakukan dengan cara direbus dan air rebusannya diminum secara rutin. Masyarakat juga percaya bahwa penggunaan daun meniran relatif aman dan efektif, meskipun masih terdapat keterbatasan dalam pembuktian ilmiah secara klinis. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa daun meniran memiliki potensi besar sebagai obat herbal dalam membantu pengobatan batu ginjal dan menjaga kesehatan hati, serta menjadi bagian dari kearifan lokal yang perlu dilestarikan dan dikaji lebih lanjut secara ilmiah. Disarankan dilakukan penelitian lebih lanjut secara kuantitatif dan eksperimental untuk menguji efektivitas, dosis optimal, serta keamanan penggunaan daun meniran (Phyllanthus niruri L.) dalam pengobatan batu ginjal dan pemeliharaan kesehatan hati. Selain itu, uji klinis diperlukan untuk memperoleh bukti ilmiah yang lebih kuat sehingga pemanfaatannya sebagai obat herbal dapat digunakan secara lebih luas dan terstanda.
Article Details

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.
References
Albianus Gaurifa dkk. (2024) yang berjudul “Pemanfaatan Daun Kumis Kucing sebagai Obat Herbal untuk Mengobati Batu Ginjal di Desa Orahili Fondrako Kecamatan Ulususua”.
Creswell, J. W. (2022). Metode Penelitian: Pendekatan Kualitatif, Kuantitatif, dan Campuran.
Ethnomedicine. (2021). Traditional Medicinal Knowledge and Its Practice.
Health. (2020). Journal of health and phytochemistry. (hubungan antara kesehatan dan kandungan fitokimia dalam tanaman obat. Dijelaskan bahwa senyawa seperti flavonoid, alkaloid, dan fenolik memiliki peran penting sebagai antioksidan dan agen terapeutik.)
Health. (2023). Global health perspectives on traditional medicine. (mengkaji peran pengobatan tradisional dalam sistem kesehatan global. Dijelaskan bahwa penggunaan tanaman obat masih menjadi pilihan utama di banyak negara berkembang karena mudah diakses dan relatif terjangkau).
Harahap, N. (2020). Penelitian kualitatif. Medan: Wal Ashri Publishing. (menjelaskan konsep dasar penelitian kualitatif, termasuk pendekatan, teknik pengumpulan data, serta analisis data secara mendalam).
Huberman, Michael. (2021). Analisis Data Kualitatif: Buku Sumber Tentang Metode-Metode Baru.
John, D. (2022). Research methods in social sciences. London: Routledge.
Mayo Clinic. (2022). Kidney stones: Symptoms, causes, and treatment.
Molecules. (2021). Phytochemical constituents of Phyllanthus niruri. Molecules, 26(??), xxxx–xxxx.
Molecules. (2022). Biological Activities of Bioactive Compounds in Medicinal Plants.
Noviana Dewi dan Indah Tri Susilowati (2023) yang berjudul “The Use of Meniran Leaf Tea and Chinese Okra Bio filter as an Effort to Anticipate Pollution Impacts of Batik Synthetic Dye Waste Disposed into Rivers”.
World Health Organization. (2023). Traditional medicine strategy. Geneva: World Health Organization.