RESISTENSI PEDAGANG KAKI LIMA TERHADAP KEBIJAKAN PENATAAN DI KAWASAN KOTA TUA JAKARTA

Main Article Content

Dianita Rahayu Sukmawati Wika Hardika Legiani Qotrun Nida

Abstract

Pedagang kaki lima (PKL) merupakan bagian dari sektor informal yang memiliki peran penting dalam mendukung aktivitas ekonomi masyarakat perkotaan. Di Kawasan Kota Tua Jakarta, keberadaan PKL selain memberikan kontribusi terhadap pemenuhan kebutuhan wisatawan dan peningkatan pendapatan masyarakat, juga menimbulkan permasalahan dalam pemanfaatan ruang publik. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menerapkan kebijakan penataan melalui Peraturan Gubernur Nomor 10 Tahun 2015 tentang Penataan dan Pemberdayaan Pedagang Kaki Lima sebagai upaya menciptakan kawasan wisata yang tertib, bersih, dan nyaman. Akan tetapi, implementasi kebijakan tersebut memunculkan berbagai bentuk resistensi dari PKL karena dinilai berdampak terhadap keberlangsungan usaha dan penurunan pendapatan mereka. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk-bentuk resistensi yang dilakukan pedagang kaki lima terhadap kebijakan penataan di Kawasan Kota Tua Jakarta serta mengidentifikasi faktor-faktor yang melatarbelakangi munculnya resistensi tersebut. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Data diperoleh melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi terhadap pedagang kaki lima, Unit Pengelola Kawasan Kota Tua, Satpol PP. Analisis data dilakukan menggunakan model Miles dan Huberman melalui tahapan pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa resistensi diwujudkan dalam bentuk tetap berjualan pada lokasi yang dilarang, menghindari petugas penertiban, serta kembali menempati lokasi semula setelah penertiban selesai. Faktor utama yang melatarbelakangi resistensi meliputi penurunan pendapatan setelah relokasi, lokasi binaan yang dianggap kurang strategis, ketergantungan ekonomi keluarga terhadap aktivitas berdagang, serta perbedaan kepentingan antara pemerintah dalam menjaga ketertiban kawasan dengan PKL dalam mempertahankan mata pencaharian. Penelitian ini menunjukkan bahwa kebijakan penataan akan lebih efektif apabila disertai komunikasi yang baik, pelibatan pedagang dalam proses pengambilan kebijakan, serta penyediaan lokasi usaha yang sesuai dengan karakteristik aktivitas ekonomi kawasan wisata.

Article Details

How to Cite
[1]
D. Sukmawati, W. Legiani, and Q. Nida, “RESISTENSI PEDAGANG KAKI LIMA TERHADAP KEBIJAKAN PENATAAN DI KAWASAN KOTA TUA JAKARTA”, JURNAL EDUCATION AND DEVELOPMENT, vol. 14, no. 3, pp. 776-781, Sep. 2026.
Section
Artikel

References

Aotama, R. C., dan D. R. H. Klavert. “Dampak Sosial Relokasi PKL di Kawasan Wisata Kuliner Kota Tomohon.” SOCIA: Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial 18, no. 1 (2021): 1–9.
Anwar, K. “Revitalisasi Kawasan Kota Tua Jakarta: Antara Pelestarian dan Komersialisasi.” Jurnal Arsitektur Nusantara 6, no. 2 (2019): 45–60.
Bayat, A. Life as Politics: How Ordinary People Change the Middle East. Stanford: Stanford University Press, 2010.
Damayanti, R., dan L. Wardhani. “Kota Tua Jakarta sebagai Destinasi Wisata Warisan Budaya.” Jurnal Pariwisata Indonesia 13, no. 1 (2018): 1–12.
Dye, T. R. Understanding Public Policy. Pearson Education, 2013.
Firman, T. “Urban Heritage and Tourism Development in Jakarta Old Town.” International Journal of Urban Planning and Sustainable Development 5, no. 3 (2017): 55–71.
Hermawati, R., dan C. Paskarina. “Patterns of Power Relation of Street Vendors in Bandung City.” Politik Indonesia: Indonesian Political Science Review 5, no. 2 (2020): 214–228.
Hidayah, F. N., dan Warsono. “Resistensi PKL Alun-Alun Bojonegoro terhadap Kebijakan Relokasi Pemerintah Kabupaten Bojonegoro.” Journal of Civics and Moral Studies 8, no. 1 (2023): 47–55.
Kurniawan, D. “Dinamika PKL di Kawasan Wisata Kota Tua Jakarta.” Jurnal Sosiologi Kota 8, no. 2 (2020): 120–134.
Kuswanto, H. “Resistensi Sosial-Ekonomi PKL terhadap Relokasi Perkotaan.” 2021.
Miles, M. B., dan A. M. Huberman. Analisis Data Kualitatif: Buku Sumber tentang Metode-Metode Baru. Jakarta: UI Press, 1992.
Nilamsari, F., dan I. Prabawati. “Dampak Penataan dan Pemberdayaan PKL di Pasar Krian Baru Kecamatan Krian Kabupaten Sidoarjo.” Publika 7, no. 8 (2019).
Permadi, G. PKL: Riwayatmu Dulu, Nasibmu Kini! Jakarta: Pustaka Harapan, 2007.
Puspitasari, I. “Warisan Budaya dan Tantangan Revitalisasi Kota Tua Jakarta.” Jurnal Warisan Budaya Nusantara 10, no. 1 (2022): 33–49.
Ridwan, H. R. Hukum Administrasi Negara. Jakarta: RajaGrafindo Persada, 2006.
Scott, J. C. Weapons of the Weak: Everyday Forms of Peasant Resistance. New Haven: Yale University Press, 1985.
Scott, J. C. Domination and the Arts of Resistance: Hidden Transcripts. New Haven: Yale University Press, 1990.
Sugiyono. Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta, 2022.
Wibisono, Y. “Urban Heritage Management in Jakarta: Between Global Tourism and Local Livelihoods.” Journal of Heritage Studies 14, no. 2 (2018): 87–102.
Yuliana, M. “Penataan PKL di Kawasan Wisata.” Jurnal Ekonomi Kerakyatan 15, no. 1 (2021): 77–89.