TANTANGAN DAN PELUANG IMPLEMENTASI KEBIJAKAN PENDIDIKAN: STUDI KASUS KEBIJAKAN PENDIDIKAN DI INDONESIA
Main Article Content
Abstract
Dinamika kebijakan pendidikan di Indonesia kerap mengalami perubahan seiring transisi rezim, yang melahirkan ruang tantangan dan peluang tersendiri. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tantangan dan peluang dalam implementasi kebijakan pendidikan nasional, dengan fokus pada transisi Kurikulum Merdeka menuju substansi pembelajaran bermakna (Deep Learning) yang disasar pada tahun 2026. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi pustaka (library research). Data dikumpulkan dari jurnal ilmiah, laporan resmi pemerintah, serta dokumen rencana strategis pendidikan nasional rentang tahun 2020 hingga 2026. Teknik analisis data menggunakan analisis isi kualitatif interaktif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tantangan struktural utama melibatkan kesenjangan digital antarwilayah, kompetensi guru yang belum merata, serta kebocoran anggaran. Di sisi lain, bonus demografi, integrasi transformasi digital, dan subkultur komunitas belajar menjadi peluang strategis. Penelitian ini merekomendasikan pentingnya konsistensi kebijakan yang tidak mudah terdistorsi oleh siklus politik melalui optimalisasi pelatihan guru berkelanjutan.
Article Details

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.
References
Kemendikdasmen. (2025). Rencana Strategis Pembangunan Pendidikan Menuju Indonesia Emas 2045. Pusat Standar dan Kebijakan Pendidikan.
Mu'ti, A. (2026). Pendidikan Berorientasi Mutu: Menempatkan Murid sebagai Pusat Kebijakan Nasional. Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan, 12(2), 110-123.
Ropiyadi, M. (2025). Transformasi Pembelajaran Mendalam (Deep Learning): Tantangan Kesiapan Ekosistem dan Guru di Tahun Ajaran Baru. Jurnal Pedagogi Kontemporer, 8(3), 201-215.
Universitas Mulia. (2025). Refleksi Hari Pendidikan Nasional: Menguji Kualitas Sekolah Rakyat di Tengah Disrupsi Kurikulum. Prosidings Seminar Nasional Pendidikan, 5(1), 12-25.