ANALISIS KETANGGUHAN PUSAT DATA DI DAERAH RAWAN BANJIR MEDAN SATRIA BEKASI
Main Article Content
Abstract
Penelitian ini menganalisis ketangguhan infrastruktur fisik luar pusat data di Kecamatan Medan Satria terhadap risiko banjir, termasuk karakter hidrologis, dampak operasional, potensi kegagalan berantai terhadap Business Continuity Management (BCM), serta strategi mitigasi berbasis risiko yang mengacu pada Sendai Framework. Penelitian menggunakan metode campuran sekuensial eksplanatori, dengan survei Likert 5 poin kepada 102 personel pengelola infrastruktur kritis dan wawancara dengan pengelola pusat data swasta, BPBD Kota Bekasi, serta MDMC Kota Bekasi. Hasil analisis menunjukkan seluruh indikator valid. Regresi tahap pertama memperlihatkan bahwa robustness, redundancy, dan rapidity berpengaruh signifikan terhadap kebijakan dan tata kelola, sedangkan eksposur banjir tidak signifikan secara parsial. Indeks Ketangguhan Infrastruktur Pusat Data mencapai 4,655, tergolong sangat tinggi. Matriks probabilitas–dampak menemukan sembilan risiko tinggi dan tiga risiko sedang, terutama terkait akses, drainase, mobilitas staf, utilitas eksternal, deteksi, respons, dan koordinasi. Kegagalan berantai diposisikan sebagai skenario analitis; saat genangan 40–50 cm di Gate 3 pada 2022, pusat data tetap beroperasi. Penguatan ketangguhan perlu mencakup mitigasi struktural, adaptasi operasional, perlindungan utilitas, uji BCP/DRP, peringatan dini, dan kolaborasi tata kelola.
Article Details

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.
References
Badan Nasional Penanggulangan Bencana. 2023. Laporan Tahunan Bencana Indonesia 2023. BNPB.
Fikriyah, A. N., Sari, D. A., Irvina, E. D., Hukiyanto, H., dan Situmorang, M. T. N. 2024. “GIS sebagai alat untuk perencanaan evakuasi dan manajemen krisis bencana.” PADMA, 4(2), 527–536.
Handoko, D., Sukwika, T., dan Ramli, S. 2025. “Analisis kerentanan bahaya untuk peningkatan penanganan kedaruratan bencana pada rumah sakit swasta Kuningan Jakarta Selatan.” Jambura Journal of Health Sciences and Research, 7(1), 93–104. https://doi.org/10.35971/jjhsr.v7i1.28590.
Khofifah, K. K. 2022. Collaborative Governance dalam Penanggulangan Bencana Banjir di Kabupaten Bekasi. FISIP Universitas Muhammadiyah Jakarta.
Lesmana, S., Prasidha, I. N. T., dan Plamonia, N. 2026. “Konsep infrastruktur cerdas dalam mengurangi dan mencegah risiko bencana banjir pesisir: Kasus Palabuhanratu Kabupaten Sukabumi.” Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian, 5(4), 2285–2296. https://doi.org/10.58344/locus.v5i4.
Priyadi, H., Pianto, T. A., Akbar, H. I., Sutejo, B., Rudiastuti, A. W., Sumargana, L., Ambarwulan, W., Sulistyowati, R., Igbal, M., dan Anantasena, Y. 2024. “Sustainable urban environment management: An approach for disaster mitigation through water and weather monitoring system for river environment in Bekasi watershed, Indonesia.” Aquaculture, Aquarium, Conservation & Legislation, 17(6), 2968–2981.
Situmorang, M. T. N. 2021. “The effect of household waste management on flood prevention in Bekasi Regency.” Jurnal Ilmiah Teunuleh, 2(1), 33–43.
United Nations Office for Disaster Risk Reduction. 2015. Sendai Framework for Disaster Risk Reduction 2015–2030. UNDRR.
UNDRR. 2022. Principles for Resilient Infrastructure. UN Office for Disaster Risk Reduction. https://www.preventionweb.net/sendai-framework/sendai-framework-monitor/indicators.